Kesuksesan Fenomenal The Devil Wears Prada 2: Raup $233 Juta di Akhir Pekan Pembukaan
Baca dalam 60 detik
- The Devil Wears Prada 2 meraup $233,6 juta pada pembukaan global, mengalahkan film biopik Michael Jackson di Amerika Utara.
- Film ini mencetak rekor pembukaan tertinggi untuk Meryl Streep dan Emily Blunt.
- Cerita berfokus pada persaingan antara Miranda Priestly dan mantan asistennya, Emily, di tengah krisis media cetak.

Sekuel film ikonik tahun 2006, The Devil Wears Prada 2, berhasil mencetak angka pembukaan yang luar biasa sebesar $233,6 juta secara global pada akhir pekan pertamanya. Pencapaian ini lebih dari dua kali lipat debut film aslinya dan menjadi peluncuran internasional terbesar bagi karier Emily Blunt.
Statistik Box Office (Hingga 4 Mei 2026):
- Pendapatan Global: $233,6 juta (terdiri dari $77 juta di Amerika Utara dan $156,6 juta dari pasar luar negeri).
- Rekor Baru: Melampaui rekor pembukaan pribadi Emily Blunt di film Oppenheimer ($180,4 juta) dan rekor Meryl Streep di Mamma Mia: Here We Go Again ($90 juta).
- Demografi Penonton: Berdasarkan jajak pendapat PostTrak, sekitar 76% pembeli tiket adalah perempuan.
Sinopsis dan Karakter Baru
Film ini mengambil latar waktu 20 tahun setelah peristiwa pertama, menyoroti perjuangan di industri media yang kini berubah drastis.
| Karakter | Peran dalam Sekuel |
|---|---|
| Miranda Priestly (Meryl Streep) | Menghadapi penurunan media cetak tradisional. |
| Emily Charlton (Emily Blunt) | Kini menjadi eksekutif berkuasa di Dior yang mengontrol dana iklan besar. |
| Andy Sachs (Anne Hathaway) | Kembali ke majalah Runway untuk membantu menyelamatkannya. |
| Wajah Baru | Menampilkan Justin Theroux, Kenneth Branagh, dan Lucy Liu. |
"Sangat menyenangkan untuk merayakan pertumbuhan karakter ini. Emily Charlton sekarang bukan lagi asisten, melainkan kekuatan besar di dunia mode," tulis ulasan mengenai peran Emily Blunt.
Kritikus memberikan pujian luas untuk sekuel ini, dengan mayoritas media besar seperti The Independent dan Daily Mail memberikan rating empat bintang. Film ini dipuji sebagai penghormatan yang cerdas dan lucu terhadap era 2000-an dengan sindiran-sindiran tajam yang tetap relevan di masa kini.



