Sisi Gelap Sitkom 'Friends': Lisa Kudrow Ungkap Pengalaman 'Brutal' dan Pelecehan Verbal di Balik Layar
Baca dalam 60 detik
- Lisa Kudrow mengungkapkan bahwa ruang penulis sitkom Friends—yang didominasi pria—memiliki lingkungan kerja yang sangat toksik, "brutal," dan penuh skrutini tajam terhadap pemeran wanita.
- Penulis pria sering melontarkan umpatan kasar saat aktris salah membaca dialog dan secara terbuka membahas fantasi seksual mereka mengenai Jennifer Aniston dan Courteney Cox.
- Kudrow juga mengaku diremehkan oleh agensinya sendiri dan hanya dianggap sebagai "Teman Keenam" yang beruntung, meskipun ia adalah pemain pertama yang berhasil memenangkan piala Emmy pada tahun 1998.

Di balik tawa dan kehangatan sitkom legendaris Friends, tersimpan realitas kerja yang cukup kelam. Lisa Kudrow, pemeran Phoebe Buffay, baru-baru ini membongkar pengalaman "brutal" dan lingkungan kerja yang toksik akibat dominasi pria di ruang penulis (writers' room) selama masa penayangan acara tersebut.
Fakta Kunci Pengakuan Lisa Kudrow:
- Ruang Penulis Didominasi Pria: Tim penulis naskah Friends terdiri dari 12 hingga 15 orang yang mayoritas adalah laki-laki.
- Skrutini Tajam: Para aktris menghadapi pengawasan ketat. Jika melakukan kesalahan dialog, penulis tak segan melontarkan umpatan kasar di belakang layar.
- Kasus Hukum Terdahulu: Pengakuan Kudrow sejalan dengan tuntutan hukum asisten penulis Amaani Lyle (yang ditolak pengadilan pada 2006) mengenai adanya diskriminasi rasial dan pelecehan seksual di ruang lingkup tim penulis Friends.
Lingkungan Kerja Toksik dan Merendahkan
Dalam wawancara terbarunya, aktris berusia 62 tahun itu merinci bagaimana para penulis naskah sering memberikan komentar-komentar yang sangat tidak pantas mengenai para pemeran wanita. Kudrow mengingat bahwa tekanan sangat tinggi karena mereka harus melakukan proses syuting di depan 400 penonton langsung.
| Konteks Isu di Balik Layar | Detail Kejadian |
|---|---|
| Kekerasan Verbal | Jika aktris salah mengucapkan dialog atau gagal memancing tawa, penulis akan mengumpat di belakang layar, misalnya: "Can't the b**** f***ing read? She's not even trying." |
| Objektifikasi Seksual | Penulis pria yang bekerja lembur hingga pukul 3 pagi sering berdiskusi tentang fantasi seksual liar mereka terhadap pemeran wanita lain, yakni Jennifer Aniston dan Courteney Cox. |
| Diskriminasi Karier | Meski memenangkan Emmy pertama untuk para pemain (1998), Kudrow diremehkan oleh agensinya sendiri dengan julukan "Teman Keenam" (the sixth Friend) dan dianggap sekadar 'beruntung' bisa masuk di acara itu tanpa ada visi karier yang jelas untuknya. |
"Dan kita tahu bahwa di ruang belakang, para pria itu akan begadang membahas fantasi seksual mereka tentang Jennifer (Aniston) dan Courteney (Cox). Itu sangat intens," beber Lisa Kudrow mengenang masa-masa tersebut.
Meski menghadapi perlakuan "brutal" tersebut, Kudrow saat itu memilih bersikap masa bodoh. Ia memaklumi tekanan yang dihadapi para penulis yang harus begadang hingga dini hari, sehingga ia berpikir, "Katakan saja apa yang kalian suka tentang saya di belakang saya, karena itu tidak penting." Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, karier Kudrow membuktikan kelayakannya dengan membintangi berbagai proyek sukses seperti Web Therapy, Space Force, dan serial HBO The Comeback.



