Clavicular Menolak Ditemui Sang Ayah untuk Intervensi Usai Mengalami Overdosis Narkoba
Baca dalam 60 detik
- Influencer "looksmaxxing", Clavicular, menolak intervensi ayahnya yang terbang ke Florida menyusul insiden overdosis narkoba yang dialaminya saat siaran langsung di Miami.
- Meski pingsan dan dilarikan ke rumah sakit, pemuda bernama asli Braden Eric Peters itu langsung menghadiri pesta kelab malam keesokan harinya sambil mengklaim dirinya telah bersih (sober).
- Clavicular merupakan figur internet kontroversial yang kerap menyarankan pengikutnya menggunakan steroid dan prosedur berbahaya demi menyempurnakan bentuk wajah; ia juga baru saja ditangkap atas kasus penganiayaan beberapa minggu lalu.

Influencer kontroversial dengan tren "looksmaxxing" yang dikenal dengan nama Clavicular dilaporkan menolak untuk menemui ayahnya, Kenneth Peters, yang terbang jauh-jauh dari New Jersey ke Florida untuk melakukan intervensi setelah sang streamer mengalami overdosis narkoba dan dilarikan ke rumah sakit pada Selasa malam.
Fakta Kunci Insiden Clavicular:
- Penolakan Intervensi: Ayah Clavicular berniat melakukan pembicaraan serius mengenai kesehatan putranya (20 tahun), namun akhirnya harus pulang dengan rasa frustrasi karena putranya menolak bertemu dengan alasan sedang "sibuk".
- Insiden Overdosis: Clavicular pingsan saat melakukan siaran langsung (streaming) bersama teman-temannya di sebuah restoran di Miami, yang mengharuskan mereka menggotongnya keluar secara fisik untuk dirawat medis.
- Klaim Sobrietas: Hanya berselang sebentar, ia menghadiri pembukaan kelab malam Bacara Club, mengklaim dirinya sepenuhnya sadar ("sobermaxx"), hanya minum air putih, dan berjanji menjauhi zat terlarang.
Menurut laporan TMZ, pemuda bernama asli Braden Eric Peters tersebut justru marah karena ayahnya menolak untuk menemaninya menghadiri acara pembukaan kelab malam tersebut. Clavicular, yang mengidentifikasi dirinya mengidap autisme, sebelumnya sempat mencuit bahwa penggunaan zat-zat tersebut hanyalah sebuah mekanisme koping (cope) untuk mencoba merasa "neurotipikal" saat berada di ruang publik.
"Baru saja sampai di rumah, itu sangat brutal. Semua zat tersebut hanyalah sebuah koping untuk mencoba merasa neurotipikal saat berada di tempat umum, tapi jelas itu bukan solusi yang nyata. Bagian terburuk dari malam ini adalah wajah saya yang turun akibat masker penyokong kehidupan (life support)," cuit Clavicular usai keluar dari rumah sakit.
Rentetan Kontroversi 'Looksmaxxing' Clavicular
Klaim bahwa dirinya kini bersih dari obat-obatan cukup bertolak belakang dengan wawancaranya bersama New York Times pada bulan Februari lalu. Saat itu, ia secara terbuka mengungkapkan rutinitas hariannya yang padat melibatkan penggunaan testosteron, steroid, hingga obat penurun berat badan eksperimental. Berikut adalah beberapa riwayat kontroversi dari sang kreator konten:
| Peristiwa/Kontroversi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Operasi Rahang Ekstrem | Pada Desember lalu, orang tuanya terpaksa menyita paspor dan akta kelahirannya setelah ia mengutarakan rencana pergi ke Turki untuk menjalani operasi rahang ganda seharga $35.000 demi menyempurnakan bentuk wajahnya. |
| Dikeluarkan dari Universitas | Ia dikeluarkan dari Sacred Heart University pada tahun 2024 setelah kepolisian kampus menemukan simpanan steroid miliknya di dalam kamar asrama. |
| Penangkapan Kasus Penganiayaan | Belum genap tiga minggu yang lalu, ia ditangkap atas tuduhan pelanggaran ringan berupa penganiayaan (battery) yang bermula dari pertengkaran saat melakukan siaran langsung di platform Kick. |
Clavicular meraih ketenaran—dan kecaman—karena sering mempromosikan metode mempermak penampilan yang sangat berbahaya kepada 2 juta pengikutnya, termasuk menyarankan mereka memukul tulang wajah dengan palu (bone smashing), menggunakan steroid, hingga metode terlarang lainnya demi mencapai standar ketampanan tertentu (looksmaxxing).



