Barcelona Berpeluang Paksa Real Madrid Lakukan Tradisi 'Guard of Honor' di Camp Nou
Baca dalam 60 detik
- Barcelona saat ini unggul sembilan poin di puncak klasemen La Liga dan berpeluang mengunci gelar juara secara matematis sebelum laga El Clasico di Camp Nou.
- Jika Barcelona berhasil mengamankan gelar lebih awal tradisi mengharuskan skuad Real Madrid melakukan pasillo atau guard of honor sebelum pertandingan dimulai.
- Fokus Real Madrid saat ini adalah meraih kemenangan di laga tersisa untuk mencegah terjadinya momen memalukan tersebut mengingat tradisi ini terakhir kali menuai kontroversi saat dibatalkan oleh Zinedine Zidane pada 2018.

Barcelona asuhan Hansi Flick semakin dekat dengan gelar juara La Liga musim ini. Keunggulan poin yang signifikan atas rival abadi mereka, Real Madrid, membuka peluang terciptanya momen bersejarah yang berpotensi memalukan bagi tim tamu di laga El Clasico mendatang, yakni tradisi guard of honor atau pasillo.
Fakta Kunci Skenario 'Pasillo' di La Liga:
- Keunggulan Poin Jauh: Menyusul hasil buruk Real Madrid melawan Girona, Barcelona kini memimpin puncak klasemen dengan keunggulan sembilan poin dan hanya menyisakan tujuh pertandingan liga.
- Syarat Terjadinya Tradisi: Jika Barcelona secara matematis berhasil mengunci gelar juara sebelum Real Madrid berkunjung ke Camp Nou, tradisi Spanyol mengharuskan skuad Madrid berbaris dan memberikan penghormatan (pasillo) kepada para pemain Barca saat memasuki lapangan.
- Momen Langka: Jika skenario ini benar-benar terjadi, ini akan menjadi momen pertama sejak tahun 1988 di mana salah satu dari kedua tim dipaksa memberikan penghormatan secara langsung di stadion Camp Nou.
Meskipun tradisi ini telah lama mengakar dalam budaya sepak bola Spanyol, pelaksanaannya kini sama sekali tidak dijamin. Sejak beberapa tahun terakhir, pasillo telah bergeser menjadi isu yang sensitif secara politis dan sarat gengsi di antara kedua klub raksasa tersebut.
| Konteks Rivalitas & Tradisi | Keterangan Singkat |
|---|---|
| Kontroversi Zidane di 2018 | Terakhir kali skenario serupa muncul pada tahun 2018, pelatih Madrid saat itu, Zinedine Zidane, membatalkan tradisi tersebut. Ia beralasan bahwa Barca sebelumnya menolak memberikan penghormatan saat Madrid menjuarai Piala Dunia Antarklub, sehingga "rantai tradisi telah terputus". |
| Misi Bertahan Real Madrid | Misi utama Madrid saat ini adalah meminimalisir kerusakan harga diri. Selain berjuang menipiskan jarak dari trofi yang semakin menjauh, mereka berupaya keras memenangkan laga tersisa agar tidak perlu melakukan guard of honor di stadion rival mereka. |
Bagi skuad Hansi Flick yang terus memecahkan rekor musim ini, memaksa rival terbesar mereka melakukan penghormatan publik dianggap akan menjadi "penobatan" yang paling sempurna atas dominasi taktis mereka di liga.



