Kisah Paul Gascoigne Selamatkan Teman Sekolahnya, David Olusoga, dari Serangan Rasis
Baca dalam 60 detik
- Legenda sepak bola Inggris Paul Gascoigne pernah menyelamatkan sejarawan TV David Olusoga dari serangan rasis saat mereka masih bersekolah di Gateshead pada era 1970-an.
- David dan kakaknya adalah satu-satunya anak kulit hitam di sekolah tersebut, namun Gascoigne tidak peduli dengan stigma sosial saat itu dan tetap berteman serta membela mereka dari perundungan.
- Gascoigne secara pribadi mengingat insiden tersebut dan mengungkapkan bahwa ayahnya sejak dulu memang selalu mengajarkannya untuk tidak takut melawan para perundung di sekolah.

Legenda sepak bola Inggris, Paul "Gazza" Gascoigne, membuktikan bahwa ia memiliki hati emas sejak masih kecil. Ia pernah menjadi pahlawan tak terduga bagi bintang Celebrity Traitors sekaligus sejarawan TV, David Olusoga, ketika sang sejarawan menjadi korban perundungan dan serangan rasis di sekolah.
Fakta Kunci Kejadian:
- Latar Waktu & Tempat: Peristiwa ini terjadi pada era 1970-an di sekolah Brighton Avenue yang berlokasi di Gateshead, Timur Laut Inggris.
- Kondisi Minoritas: David Olusoga dan kakak perempuannya, Yinka, adalah satu-satunya anak kulit hitam di sekolah tersebut pada masa itu.
- Tindakan Gazza: Gascoigne, yang satu kelas dengan Yinka, turun tangan mendorong anak yang memukuli David dan membantunya berdiri.
David Olusoga yang lahir dari ayah asal Nigeria dan ibu asal Inggris, pindah ke Gateshead saat masih kecil. Di lingkungan barunya, keluarganya sempat menjadi target pelecehan rasis oleh kelompok ekstremis. Namun, di tengah kondisi sosial yang tidak bersahabat pada masa itu, Gascoigne justru tampil membela tanpa memedulikan tekanan di lingkungan bermain.
"Politik taman bermain era 1970-an di Gateshead, berteman dengan dua anak kulit hitam mungkin bukan cara terbaik untuk bergaul. Namun, ia tidak peduli. Ia adalah anak paling keren... dan ia sangat baik kepada saya dan saudara perempuan saya," kenang Olusoga dalam wawancaranya bersama talkSPORT.
Memori Berharga dari Kedua Belah Pihak
Menariknya, ingatan tentang kejadian ini tidak hanya membekas bagi David dan kakaknya, tetapi juga masih diingat dengan jelas oleh sang legenda sepak bola. Berikut adalah detail ingatan dari kedua tokoh tersebut:
| Sudut Pandang | Pernyataan dan Ingatan Terhadap Insiden |
|---|---|
| David Olusoga | Teringat bagaimana anak bermata sangat biru menolongnya. Sang kakak (Yinka) juga sering membantu Gazza mengerjakan PR sekolah. Mereka sangat bangga ketika melihat Gazza sukses menjadi bintang Timnas Inggris. |
| Paul Gascoigne | Mengingat kejadian tersebut karena ia memang sangat membenci perundung. Mendiang ayahnya selalu mengajarkan Gazza untuk berani melawan anak yang paling nakal di sekolah demi membela kebenaran. |
Kisah masa kecil ini menjadi bukti kuat bahwa di balik persona luar lapangannya yang sering kali penuh kontroversi saat dewasa, Paul Gascoigne adalah sosok pemberani yang tidak pernah menoleransi tindakan perundungan dan rasisme.



