Psikolog Intan Erlita Dampingi Pertemuan Emosional Denada dan Sang Putra Ressa Rizky Rossano
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Denada akhirnya bertemu langsung dengan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, untuk meluruskan konflik masa lalu dengan didampingi psikolog Intan Erlita.
- Dalam momen tersebut, Denada menjelaskan kepada Ressa bahwa ia tidak pernah membuangnya, melainkan sengaja menitipkannya kepada kerabat agar sang anak mendapat kehidupan yang lebih baik.
- Menurut psikolog Intan Erlita, akar masalah mereka selama ini hanyalah kurangnya keterbukaan, dan kini hubungan keduanya mulai kembali harmonis berkat kejujuran serta sikap saling memaafkan.

Penyanyi Denada akhirnya bertemu secara langsung dengan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, dalam sebuah momen emosional yang didampingi oleh psikolog Intan Erlita. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menjernihkan kesalahpahaman yang selama ini mengganjal di antara ibu dan anak tersebut.
Fakta Kunci Pertemuan Denada dan Ressa:
- Meluruskan Kesalahpahaman: Denada secara langsung menjawab keresahan Ressa yang selama ini merasa "dibuang". Ia menegaskan bahwa Ressa dititipkan kepada om dan tantenya di masa lalu demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
- Akar Masalah: Psikolog Intan Erlita menilai bahwa konflik yang selama ini terjadi antara Denada dan sang putra murni disebabkan oleh kurangnya keterbukaan dan komunikasi di masa lampau.
- Titik Terang (Happy Ending): Lewat kejujuran dan pertemuan tatap muka ini, kekusutan masalah mulai terurai lurus dan hubungan keduanya berangsur membaik secara natural.
Sebagai pihak yang mendampingi proses mediasi tersebut, Intan Erlita mengamati bahwa momen perdamaian ini tidak dipaksakan, melainkan mengalir secara alami karena ikatan batin yang kuat antara seorang ibu dan anak kandungnya.
"Ya karena pada akhirnya hubungan ibu dan anak nggak ada yang bisa menghalangi, ya. Dan maksud aku, ya ini memang sesuatu yang natural, sesuatu yang harus kita support," ucap Intan Erlita kepada Detikcom di kawasan Trans TV, Selasa (14/4).
Pandangan Psikologis Terhadap Konflik Keluarga
Bagi Intan Erlita, apa yang dialami oleh keluarga Denada adalah dinamika yang cukup wajar terjadi dalam sebuah struktur keluarga. Berikut adalah catatan sang psikolog terkait penyelesaian masalah ini:
| Aspek Psikologis | Analisis / Keterangan |
|---|---|
| Keterbukaan & Kejujuran | Menjadi kunci utama resolusi konflik. Begitu semua fakta masa lalu diungkapkan secara jujur, prasangka buruk dapat dihilangkan. |
| Sifat Konflik | Gesekan atau masalah di dalam keluarga adalah hal yang lumrah dan wajar terjadi seiring berjalannya waktu. |
| Penyelesaian Akhir | Konflik keluarga selalu memiliki potensi besar untuk berakhir bahagia (happy ending) asalkan kedua belah pihak bersedia untuk saling mendengarkan dan memaafkan. |
Kini, publik dan para penggemar turut mendoakan agar hubungan antara Denada dan Ressa terus membaik dan semakin harmonis di masa-masa mendatang.



