Kebingungan di Balik Pernyataan Elsie Hewitt: Pete Davidson Dituduh Tak Dukung Pengasuhan Anak
Baca dalam 60 detik
- Pete Davidson disebut bingung dengan klaim Elsie Hewitt bahwa ia membesarkan putri mereka seorang diri, karena sumber terdekat menyebut komedian itu justru fokus memberi dukungan.
- Hubungan keduanya yang hanya bertahan beberapa bulan setelah kelahiran anak disebut sudah menunjukkan tanda ketidakcocokan sebelum bayi lahir, bukan karena masalah pengasuhan.
- Kasus ini kembali menyoroti tekanan emosional yang dihadapi Davidson pasca putus, mengingat riwayat gangguan mental dan kecanduan yang pernah dialaminya.

Komedian Pete Davidson dikabarkan merasa heran dan bingung setelah mantan kekasihnya, model Elsie Hewitt, secara terbuka menyatakan bahwa ia membesarkan putri mereka seorang diri. Dalam unggahan di media sosial, Hewitt mengaku menjalani peran sebagai orang tua tunggal yang berat. Namun, sumber dari lingkaran pertemanan Davidson membantah narasi tersebut dan menegaskan bahwa sang komedian justru berupaya maksimal memberikan dukungan kepada Hewitt dan bayi perempuan mereka, Scottie.
Davidson, yang dikenal luas melalui Saturday Night Live dan film The King of Staten Island, menjalin hubungan dengan Hewitt pada tahun lalu. Empat bulan setelah berpacaran, mereka mengumumkan kehamilan, dan putri mereka lahir beberapa waktu kemudian. Namun, hubungan tersebut dilaporkan kandas sekitar lima bulan setelah kelahiran sang buah hati. Seorang sumber yang dekat dengan pasangan itu mengungkapkan kepada Page Six bahwa prioritas utama Davidson saat ini adalah memastikan kesejahteraan Hewitt dan Scottie. "Sungguh membingungkan bagi semua orang yang mengenal mereka, mengapa ia (Hewitt) bisa memposting sesuatu yang menyiratkan Davidson tidak mendukungnya," ujar sumber tersebut.
Menurut sumber lain, masalah yang menyebabkan perpisahan mereka sebenarnya sudah muncul sebelum kelahiran Scottie. "Masalah mereka tidak terkait dengan bayi," kata seorang narasumber. "Mereka mungkin terlalu sering bentrok. Memiliki bayi itu sulit—tidak ada yang bisa mempersiapkanmu untuk apa yang terjadi setelahnya." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ketidakcocokan pribadi menjadi faktor utama, bukan semata-mata beban pengasuhan anak.
Di sisi lain, banyak pihak menyebut bahwa Davidson sangat mendambakan peran sebagai ayah. Kehilangan ayahnya, Scott Davidson, seorang petugas pemadam kebakaran New York yang tewas dalam serangan 11 September, menjadi pengalaman mendalam yang turut membentuk karakternya. "Menjadi ayah adalah sesuatu yang selalu ia inginkan dan sangat dinantikan," ungkap seorang sumber dekat Davidson. Perpisahan dengan Hewitt digambarkan sebagai "situasi menyedihkan bagi semua orang."
Kasus ini juga mengingatkan publik pada masa lalu Davidson yang kerap mengalami kesulitan mental dan kecanduan setelah putus cinta. Ia pernah secara terbuka berbicara tentang PTSD, depresi, gangguan kepribadian ambang, dan penyalahgunaan zat. Setelah putus dengan Ariana Grande pada 2018, Davidson bahkan sempat mengunggah pernyataan gelap di Instagram yang mengindikasikan keinginan untuk mengakhiri hidup. Meski demikian, sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa situasi saat ini memicu kondisi serupa.
Ke depan, publik dan penggemar berharap agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan perbedaan mereka secara pribadi demi kebaikan sang buah hati. Kasus ini kembali menegaskan bahwa di balik gemerlap kehidupan selebritas, tantangan pengasuhan anak dan dinamika hubungan tetaplah kompleks dan membutuhkan kedewasaan serta komunikasi yang baik.



