Review RacingNews365 hari ini membongkar dinamika menarik di balik layar. Lewis Hamilton, dengan pengalaman mental juara dunianya, bersikap skeptis: ia tahu bahwa Ferrari tidak bisa hanya mengandalkan "kerusakan" Red Bull untuk menang; Maranello harus memperbaiki konsistensi mereka sendiri sebelum fokus membajak orang dalam seperti GP.
Di sisi lain, McLaren bertindak seperti hiu yang mencium darah di air. Kegembiraan mereka atas hengkangnya Lambiase adalah bukti betapa GP dianggap sebagai "nyawa" dari performa klinis Max Verstappen. Tanpa instruksi tepat GP, McLaren percaya ada celah psikologis yang bisa mereka manfaatkan untuk merebut podium puncak secara lebih konsisten.
โข Lewis Hamilton: Mendesak Ferrari tetap fokus pada pengembangan internal, bukan hanya politik transfer.
โข McLaren: Melihat hengkangnya staf kunci Red Bull sebagai awal dari redistribusi talenta di grid.
โข Dampak bagi Max: Verstappen kini berada dalam tekanan ganda โ teknis mesin 2026 dan hilangnya tandem komunikasinya.
โข Pesan Utama: "Dalam F1, kegagalan satu orang adalah bahan bakar bagi harapan orang lain; hari ini, McLaren sedang mengisi tangki mereka."




