Ulasan 'Malcolm in the Middle: Life's Still Unfair': Reboot yang Mengecewakan, Diselamatkan oleh Bryan Cranston
Baca dalam 60 detik
- Reboot serial komedi Malcolm in the Middle yang berjudul Life's Still Unfair mendapat ulasan buruk karena dinilai membosankan dan gagal mempertahankan kelucuan versi aslinya.
- Serial ini terasa canggung karena mencoba memaksakan humor era 2000-an dengan gaya kehidupan modern, membuat pengalaman menonton terasa seperti reuni keluarga yang tidak nyaman.
- Penampilan aktor Bryan Cranston yang kembali memerankan tokoh Hal dipuji sebagai satu-satunya penyelamat serial ini berkat kualitas akting dan adegan komedinya yang memukau.

Reboot dari komsit klasik Malcolm in the Middle yang bertajuk Life's Still Unfair akhirnya tayang di Disney+ dan Hulu. Sayangnya, ulasan awal menyebut kembalinya keluarga disfungsional ini gagal memenuhi ekspektasi dan terasa seperti tontonan reuni yang membosankan serta kurang lucu.
Fakta Kunci Ulasan Reboot Malcolm in the Middle:
- Disonansi Komedi: Serial ini dinilai gagal memadukan gaya humor orisinal era awal 2000-an dengan upaya modernisasi, menghasilkan lelucon seputar Zoom atau isu kata ganti (pronouns) yang terasa canggung.
- Penyelamat Serial: Bryan Cranston yang kembali memerankan sang ayah, Hal, dianggap sebagai pilar utama yang menyelamatkan kualitas serial ini. Penampilannya dinilai jauh lebih berbobot berkat pengalamannya sebagai aktor kelas atas.
- Format Visual: Penggunaan resolusi 4K untuk serial ini justru dikritik karena menghilangkan nuansa klasik yang menjadi ciri khas penayangan aslinya.
Dalam serial sepanjang empat episode ini, Malcolm (diperankan oleh Frankie Muniz) kini telah menjadi seorang ayah berusia 30-an yang masih harus menghadapi hubungan retak dengan keluarganya. Meski masih mempertahankan gaya penceritaan mendobrak dinding keempat (fourth-wall-breaking), banyak lelucon yang dianggap meleset dan membuat penonton justru merasa tidak nyaman.
"Pengalaman menonton Malcolm in the Middle: Life's Still Unfair ibarat dengan enggan menghadiri reuni keluarga yang canggung, dipenuhi oleh sosok-sosok dari masa lalu yang setengah terlupakan, padahal Anda sama sekali tidak memiliki kewajiban untuk hadir," tulis Jack King dalam ulasannya di majalah GQ.
Perkembangan Karakter di Seri Reboot
| Karakter | Kondisi di Seri Reboot |
|---|---|
| Malcolm (Frankie Muniz) | Mantan anak jenius yang kini menjadi ayah penyayang berusia 30-an. Ia enggan berkumpul kembali dengan keluarganya secara langsung. |
| Hal (Bryan Cranston) | Mengalami krisis identitas dan depresi parah melihat anak-anak dewasanya yang masih destruktif. Episode 3 menyoroti pengalaman halusinasinya yang gila dan epik. |
| Reese (Justin Berfield) | Memanfaatkan waktu bersama ayahnya dengan dalih memperbaiki rumah (DIY), hanya untuk merekam konten memalukan demi saluran YouTube miliknya. |
| Kelly (Vaughan Murrae) | Anak termuda yang kini tumbuh sebagai individu non-biner. Serial ini mendapat sedikit pujian atas kepekaannya dalam menangani identitas gender Kelly. |
Pada akhirnya, episode ketiga yang berpusat pada tokoh Hal menjadi puncak kualitas dari reboot ini. Penonton disuguhi momen absurd ketika Hal berdebat tentang statusnya sebagai ayah dengan wujud egonya sendiri. Penutup cerita memberikan penghormatan yang manis untuk ketahanan Hal sebagai salah satu "ayah paling tersiksa di TV", meski secara keseluruhan serial ini terasa kurang memuaskan dan berlebihan.



