Tinjauan BAFTA Temukan "Kelemahan" Perencanaan Terkait Insiden Sindrom Tourette di Malam Penghargaan
Baca dalam 60 detik
- Tinjauan independen mengungkap adanya kelemahan struktural dalam manajemen krisis BAFTA terkait insiden John Davidson yang tidak sengaja melontarkan kata rasial akibat Sindrom Tourette-nya di malam penghargaan.
- Dewan BAFTA secara resmi meminta maaf kepada komunitas Kulit Hitam dan penyandang disabilitas, serta mengakui kurangnya persiapan penyelenggara dalam menangani acara berskala siaran langsung.
- Sebagai respons atas kritik, BAFTA dan BBC kini menyusun dan menerapkan langkah-langkah perbaikan terkait prosedur siaran, koordinasi informasi, serta perencanaan inklusivitas di acara-acara mendatang.

Sebuah tinjauan independen terhadap ajang BAFTA Film Awards telah menemukan "sejumlah kelemahan struktural" dalam perencanaan, prosedur eskalasi, dan koordinasi krisis sebelum terjadinya insiden ledakan Sindrom Tourette yang dialami oleh John Davidson.
Fakta Kunci Tinjauan Insiden BAFTA:
- Temuan Tinjauan: Penyelidikan yang dilakukan oleh agensi independen RISE Associates menemukan adanya kelemahan dalam perencanaan dan manajemen krisis BAFTA, namun menegaskan bahwa tidak ada "niat jahat" dari pihak penyelenggara.
- Insiden Tourette: John Davidson, produser eksekutif dari film pemenang BAFTA I Swear, secara tidak sengaja meneriakkan hinaan rasial (n-word) akibat sindrom Tourette-nya saat Michael B. Jordan dan Delroy Lindo sedang membacakan nominasi penghargaan pada 22 Februari lalu.
- Kelalaian BBC: Jaringan penyiaran BBC juga turut mendapat sorotan tajam karena tetap menayangkan hinaan tersebut meski siaran telah ditunda (delay) selama dua jam, yang mana hal ini dinilai telah melanggar standar editorial mereka.
Menyusul terbitnya laporan tersebut, dewan BAFTA secara terbuka mengakui bahwa mereka tidak cukup mengantisipasi atau bersiap sepenuhnya terhadap dampak dari insiden semacam itu di lingkungan acara yang disiarkan langsung. Akibatnya, kewajiban mereka untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua orang di upacara maupun penonton di rumah tidak terpenuhi.
"Kami memohon maaf tanpa syarat kepada komunitas Kulit Hitam, yang bagi mereka bahasa rasis yang digunakan membawa rasa sakit, kebrutalan, dan trauma nyata; kepada komunitas disabilitas, termasuk penderita Sindrom Tourette, yang bagi mereka insiden ini telah memicu penghakiman yang tidak adil, stigma, dan tekanan," ungkap pernyataan resmi dewan BAFTA.
Langkah Perbaikan dan Evaluasi Masa Depan
Laporan dari RISE Associates menegaskan bahwa masalah ini bukanlah kegagalan niat, melainkan karena perencanaan dan proses internal BAFTA yang belum sejalan dengan laju tujuan keberagaman dan inklusi mereka saat ini.
| Pihak Terkait | Langkah Perbaikan yang Direncanakan |
|---|---|
| Pihak BAFTA | Berjanji untuk meningkatkan proses eskalasi dan rantai berbagi informasi; memperkuat perencanaan aksesibilitas, inklusi, dan dukungan di acara mereka; serta mengatasi kesenjangan budaya internal staf. |
| Pihak BBC | Menetapkan langkah-langkah baru untuk meningkatkan perencanaan acara, produksi siaran langsung, dan prosedur penghapusan konten di platform iPlayer agar kelalaian teknis serupa tidak terulang kembali. |
Insiden ini sempat memicu reaksi keras dari publik yang berlangsung selama berminggu-minggu. Davidson sendiri telah menyatakan rasa sangat malu jika ada pihak yang mengira insiden tersebut disengaja, sementara peristiwa ini turut memantik perdebatan yang lebih luas mengenai tingkat edukasi publik terkait Sindrom Tourette di industri hiburan.



