Pernyataan Arman Tsarukyan ini menunjukkan mentalitas "serigala penyendiri" yang diperlukan untuk bertahan di puncak kelas ringan UFC. Dengan menolak pertemanan dengan Ilia Topuria, Tsarukyan sedang menjaga jarak agar emosi tidak mengaburkan penilaian profesionalnya, mengingat ambisi besar Topuria untuk menjadi juara di dua divisi.
Menariknya, Tsarukyan justru membela dominasi Islam Makhachev dalam konteks pertempuran melawan Topuria. Ini bukan berarti ia menyukai Makhachev, melainkan sebuah pernyataan kebanggaan divisi (divisional pride). Bagi Tsarukyan, kelas ringan adalah kasta tertinggi beladiri, dan ia ingin memastikan bahwa seorang juara dari kelas bawah tidak akan bisa dengan mudah mengganggu status quo divisi 155 lbs.
β’ Keunggulan Grappling: Tsarukyan percaya bahwa Sambo dan gulat Dagestan milik Makhachev terlalu dominan untuk gaya striking eksplosif Topuria.
β’ Faktor Ukuran Fisik: Transisi dari 145 lbs ke 155 lbs sering kali mengorbankan kecepatan tanpa memberikan kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan petarung alami kelas ringan.
β’ Psikologi Persaingan: Tsarukyan memposisikan dirinya sebagai pengamat objektif yang sudah merasakan kekuatan Makhachev secara langsung, memberikan kredibilitas pada prediksinya.
β’ Pesan Utama: "Di dalam oktagon, rasa hormat diberikan melalui pertarungan, bukan melalui jabat tangan di luar arena."




