Waspada! Malware "NoVoice" Ditemukan di 50 Lebih Aplikasi Play Store, Terinstal 2,3 Juta Kali
Baca dalam 60 detik
- Malware "NoVoice" ditemukan menginfeksi lebih dari 50 aplikasi populer di Google Play Store dengan total instalasi mencapai 2,3 juta kali.
- Malware ini mencuri data sensitif seperti info perbankan dan dapat bertahan di perangkat meskipun sudah dilakukan pengaturan ulang pabrik (factory reset).
- Google memastikan perangkat yang memiliki patch keamanan di atas Mei 2021 terlindungi, namun pengguna diimbau untuk segera menghapus aplikasi mencurigakan seperti SwiftClean.

Sebuah serangan malware berbahaya bernama "NoVoice" baru saja terdeteksi menyusup ke dalam lebih dari 50 aplikasi di Google Play Store. Laporan menyebutkan bahwa aplikasi-aplikasi ini telah diunduh sebanyak 2,3 juta kali oleh pengguna Android di seluruh dunia.
Fakta Mengenai Malware NoVoice:
- Metode Penyamaran: Malware disembunyikan dalam aplikasi yang tampak tidak bersalah seperti pembersih sistem (cleaner), gim, dan galeri foto.
- Cara Kerja: Menggunakan file audio "hening" agar kode berbahaya tetap berjalan di latar belakang tanpa terdeteksi oleh sistem atau pengguna.
- Dampak Serangan: Pencurian nama pengguna dan kata sandi aplikasi perbankan, serta kemampuan untuk menginstal atau menghapus aplikasi tanpa izin.
Peneliti keamanan dari McAfee menemukan bahwa malware ini dirancang untuk mengeksploitasi kerentanan Android guna mendapatkan akses root. Dalam beberapa kasus ekstrem, bagian dari malware ini tetap bertahan bahkan setelah perangkat dilakukan factory reset.
"Google Play Protect telah menghapus aplikasi berbahaya tersebut secara otomatis dan memblokir instalasi baru. Pengguna sangat disarankan untuk selalu memasang pembaruan keamanan terbaru," ungkap pihak Google.
Detail Teknis dan Perlindungan
| Aspek Keamanan | Keterangan |
|---|---|
| Contoh Aplikasi Terinfeksi | SwiftClean (Developer: Biodun Popoola). |
| Target Lokasi | Gagal menginfeksi di wilayah Beijing dan Shenzhen, mengindikasikan asal pengembang malware. |
| Status Perlindungan | Perangkat Android dengan pembaruan keamanan sejak Mei 2021 dinyatakan aman. |
Meskipun Google telah bertindak tegas, pengguna diminta untuk tetap waspada dan hanya mengunduh aplikasi dari sumber resmi serta memastikan sistem operasi ponsel selalu dalam versi terbaru untuk menghindari celah keamanan serupa.



