Mata para trader tertuju pada angka psikologis $2,7k bagi Ethereum pada 24 Maret 2026. Melansir laporan Bitcoin Ethereum News, meskipun grafik harga menunjukkan potensi kenaikan yang menarik, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang jauh lebih berat. Masalah utama yang dihadapi bukan lagi soal teknologi, melainkan soal permintaan pasar yang mulai mendingin di tengah badai ekonomi global.
Secara analitis, target $2,7k merupakan level resistensi kritis yang memerlukan volume perdagangan besar untuk bisa ditembus secara permanen. Namun, dengan data yang menunjukkan penurunan aktivitas alamat aktif dan volume transaksi harian, kenaikan harga menuju level tersebut berisiko menjadi "fakeout". Para analis memperingatkan bahwa tanpa adanya katalis permintaan yang nyata—seperti adopsi institusional baru atau peluncuran aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang viral—Ethereum mungkin akan kesulitan mempertahankan keuntungan jangka pendeknya.
• Target Harga: $2,700 (Area Resistensi Utama).
• Masalah Utama: Permintaan Lemah (Weak Demand).
• Indikator On-Chain: Aktivitas Jaringan Menurun.
• Risiko Pasar: Penurunan Kembali jika Gagal Menembus dengan Volume.
Fokus utama kami saat ini adalah memantau apakah ada lonjakan volume beli yang mendadak di bursa-bursa besar dalam 24 jam ke depan. Kami juga memperhatikan pergerakan harga Bitcoin; jika Bitcoin gagal memberikan dukungan moral bagi pasar, Ethereum kemungkinan besar akan menyerah pada tekanan jual di bawah level target tersebut. Di tengah ketidakpastian ini, strategi perdagangan yang konservatif menjadi pilihan paling rasional bagi para investor.




