Sikap Capcom Soal AI Generatif: Tolak Masukkan Aset AI ke Dalam Game Usai Kontroversi DLSS 5
Baca dalam 60 detik
- Penerbit game raksasa Capcom dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan aset atau materi visual yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan ke dalam hasil akhir game mereka.
- Meski demikian perusahaan ini tetap mendukung penggunaan AI secara internal di balik layar untuk mempercepat alur kerja dan meningkatkan efisiensi pada divisi pemrograman serta manajemen grafis.
- Kebijakan ini menjadi sorotan publik menyusul kontroversi teknologi NVIDIA DLSS 5 yang sebelumnya menggunakan game Resident Evil Requiem untuk mendemonstrasikan perubahan visual karakter menggunakan manipulasi AI.

Peran kecerdasan buatan (AI) generatif dalam pengembangan video game masih menjadi isu pelik di industri saat ini. Menyikapi tren tersebut, Capcom akhirnya buka suara dan menegaskan batasan penggunaan AI dalam lini produksi mereka.
Melansir laporan Stephen Tailby pada Senin (23/3/2026), penerbit game raksasa asal Jepang tersebut memaparkan rencananya terkait pemanfaatan AI melalui sesi tanya jawab (Q&A) terbaru dengan para investor. Capcom mengonfirmasi bahwa mereka tengah bereksperimen dengan AI, namun memiliki batasan tegas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh teknologi tersebut.
Pernyataan ini menjadi sangat menarik karena muncul tak lama setelah debut kontroversial dari teknologi upscaler NVIDIA DLSS 5. Dalam demonstrasinya, NVIDIA menggunakan game Resident Evil Requiem milik Capcom untuk memamerkan kemampuan DLSS 5. Teknologi pihak ketiga tersebut tidak hanya meningkatkan resolusi, tetapi secara signifikan mengubah tampilan visual karakter utama seperti Grace Ashcroft dan Leon Kennedy menggunakan AI, sebuah hal yang memicu kritik tajam dari kalangan profesional dan penggemar.
- Tolak Aset Buatan AI: Capcom tidak akan memasukkan gambar, model, atau aset hasil generate AI ke dalam produk akhir game mereka.
- Fokus Efisiensi: AI hanya digunakan di belakang layar untuk merampingkan alur kerja pemrograman dan manajemen aset.
- Faktor Eksternal: Meski Capcom menolak AI di dalam game, pemain di PC kemungkinan tetap bisa menggunakan AI eksternal seperti DLSS 5 untuk "memoles" visual game secara mandiri.
Keputusan Capcom ini seakan menjadi jalan tengah yang aman untuk menghindari gelombang protes terkait plagiarisme AI, sambil tetap menjaga efisiensi studio. Berikut adalah perbedaan penerapan AI menurut kebijakan tersebut:
| Jenis Penerapan AI | Posisi Capcom | Contoh Kasus |
|---|---|---|
| AI Konten Internal | Dilarang Keras | Membuat tekstur, karakter, atau suara dengan AI generatif. |
| AI Produktivitas Internal | Didukung Penuh | Otomatisasi kode (programming) dan penyortiran aset studio. |
| AI Eksternal (Pemain) | Di Luar Kendali Studio | Penggunaan NVIDIA DLSS 5 oleh pemain di platform PC. |



