Nostalgia 25 Tahun GeForce 3: Titik Balik Nvidia yang Bikin Game PC Makin Nyata
Baca dalam 60 detik
- CEO Nvidia Jensen Huang merayakan ulang tahun ke-25 GeForce 3 dan menyebutnya sebagai titik transisi penting bagi industri grafis komputer.
- Kartu grafis yang dirilis pada tahun 2001 ini mempelopori pemindahan seluruh proses grafis ke dalam perangkat keras sehingga memberikan kebebasan kreatif yang masif bagi pengembang game.
- Meski dulu varian tertingginya hanya dihargai 500 dolar AS dan mengonsumsi daya 35 Watt, inovasi ini menjadi fondasi penting bagi teknologi monster GPU modern masa kini.
Halo, para veteran PC master race! Ingatkah kalian dengan kartu grafis legendaris yang rilis tahun 2001 silam? Melansir laporan PC Gamer pada pertengahan Maret 2026, CEO Nvidia, Jensen Huang, baru saja merayakan ulang tahun ke-25 dari GeForce 3. Dalam sebuah video perayaan, pria berjaket kulit ikonik ini mengenang kembali betapa krusialnya peran GPU tersebut dalam mengubah arah industri game PC modern.
Menurut Jensen, GeForce 3 adalah titik transisi yang luar biasa bagi Nvidia. Pada masa itu, grafis komputer terasa monoton dan serba dibatasi oleh kode (pre-coded). Kehadiran GeForce 3 mengubah segalanya dengan memindahkan seluruh proses pipeline grafis—termasuk lalu lintas memori dan pemrosesan tekstur yang berat—langsung ke dalam perangkat keras (hardware). Ini memberi para developer game kebebasan kreatif yang belum pernah ada sebelumnya.
Kalau kita bandingkan teknologi jadul ini dengan monster GPU sekarang, perbedaannya bikin geleng-geleng kepala:
- Lompatan Transistor: GeForce 3 "hanya" ditenagai 30 juta transistor. Bandingkan dengan cip modern Nvidia yang kini disesaki oleh ratusan miliar transistor.
- Konsumsi Daya: Dulu, GPU lawas ini cuma butuh daya sekitar 35 Watt. Sekarang, kartu seri RTX 50 bisa menyedot 130 hingga 575 Watt, apalagi cip AI mereka yang bisa menyentuh 3.500 Watt!
- Inflasi Harga: Varian tertinggi GeForce 3 saat rilis dibanderol 500 dolar AS. Jauh banget bedanya dengan RTX 5090 masa kini yang harganya dipatok 2.000 dolar AS.
GeForce 3 adalah otak di balik kelancaran game klasik seperti Max Payne hingga Civilization III. Meski spesifikasinya kini cuma sekelas kalkulator—RAM 64 MB dan proses fabrikasi 150 nm—inovasi pixel shader yang dibawanya adalah cikal bakal visual realistis yang kita nikmati di game-game AAA sekarang. Jadi, sesekali nggak ada salahnya kan kita sungkem sama "mbah"-nya jajaran RTX ini?
"Seniman di dunia game tidak bisa dibatasi oleh kode statis. GeForce 3 hadir untuk memberikan kuas dan kanvas yang sebenarnya bagi mereka."



