Pemerintah Sri Lanka resmi mengambil alih kendali atas kapal militer Iran, IRIS Bushehr, dan mengevakuasi ratusan awaknya ke pangkalan Welisara pada Jumat (6/3). Langkah ini diambil setelah kapal logistik tersebut mengirimkan sinyal bahaya menyusul serangan torpedo kapal selam AS yang menenggelamkan kapal perang Iran lainnya, IRIS Dena, di perairan internasional dekat wilayah Kolombo.
Sengketa bersenjata di Samudra Hindia ini menempatkan Sri Lanka dalam posisi dilematis. Di satu sisi, Kolombo harus mematuhi Konvensi Den Haag dan Hukum Laut Internasional untuk menyelamatkan pelaut yang terdampar. Di sisi lain, mereka harus menavigasi tekanan diplomatik antara blok Barat dan Teheran. Presiden Anura Kumara Dissanayake menekankan bahwa tindakan Kolombo murni berdasarkan prinsip kemanusiaan dan non-blok, menolak untuk tunduk pada kepentingan negara mana pun dalam konflik ini.
Data Kunci Insiden Laut:
- Kapal yang Tenggelam: IRIS Dena (Fregat kelas Moudge) dengan estimasi 130 kru.
- Operasi Penyelamatan: 32 pelaut selamat, 87 jenazah ditemukan oleh AL Sri Lanka.
- IRIS Bushehr: Kapal logistik dengan 204 kru kini dalam observasi di Trincomalee.
- Keterlibatan AUKUS: Tiga personel Australia dikonfirmasi berada di kapal selam AS saat penyerangan terjadi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras penenggelaman tersebut sebagai "kekejaman di laut" dan memperingatkan konsekuensi serius bagi AS. Sementara itu, pihak Australia menyatakan bahwa personel mereka yang terlibat dalam program pelatihan AUKUS tidak memiliki peran langsung dalam eksekusi penembakan torpedo. Ketegangan ini diproyeksikan akan mengganggu stabilitas jalur perdagangan maritim di Samudra Hindia jika eskalasi terus berlanjut.
| Aktor | Posisi / Status | Dampak Strategis |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | Agresor (Kapal Selam) | Demonstrasi kekuatan bawah air terhadap aset Iran. |
| Iran | Pihak Terdampak | Kehilangan aset strategis; ancaman retaliasi regional. |
| Sri Lanka | Pihak Netral (Mediator) | Menguji ketahanan kebijakan luar negeri non-blok. |
| Australia | Mitra AUKUS | Dilema hukum internasional atas keterlibatan personel. |
Melihat ke depan, penahanan *IRIS Bushehr* di pelabuhan Trincomalee akan menjadi titik pantau penting bagi komunitas internasional. Jika Kolombo mengizinkan inspeksi pihak ketiga atas permintaan AS, netralitas mereka akan hancur. Namun, jika mereka tetap melindungi yurisdiksi Iran atas kapal tersebut, hubungan dengan Washington mungkin akan mendingin. Dinamika ini mempertegas bahwa Samudra Hindia kini telah bertransformasi menjadi palagan baru dalam persaingan kekuatan global.




