Ledakan Bom Bunuh Diri Targetkan Kereta Militer di Pakistan, 20 Tewas
Baca dalam 60 detik
- Serangan bom bunuh diri di Stasiun Chaman Phatak, Quetta, menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 70 lainnya, dengan sasaran utama personel militer dan keluarganya yang hendak merayakan Idul Fitri.
- Kelompok separatis Balochistan Liberation Army (BLA) mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menggunakan kendaraan berisi bahan peledak, menandai eskalasi konflik berkepanjangan di provinsi kaya sumber daya tersebut.
- Insiden ini mempertegas kerentanan infrastruktur transportasi Pakistan terhadap serangan teror, serta meningkatnya ketegangan antara BLA dan pemerintah federal terkait eksploitasi sumber daya alam Balochistan.

Sedikitnya 20 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka dalam sebuah ledakan dahsyat yang menargetkan kereta api yang mengangkut personel militer di Pakistan, Minggu pagi. Peristiwa terjadi saat kereta melintas di Stasiun Chaman Phatak, Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan barat. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh kelompok separatis Balochistan Liberation Army (BLA).
Menurut pejabat perkeretaapian yang dikutip BBC Urdu, tiga gerbong dan lokomotif tergelincir, sementara dua gerbong lainnya terbalik. Kereta tersebut terutama mengangkut personel militer dan keluarga mereka yang sedang dalam perjalanan pulang untuk merayakan Idul Fitri. Saksi mata melaporkan bahwa sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak kereta, memicu ledakan besar yang merusak bangunan di sekitarnya dan menghancurkan kendaraan yang terparkir.
Ledakan tersebut terjadi pada pagi hari saat banyak warga masih tertidur. Naseer Ahmed, seorang warga setempat, menuturkan kepada BBC bahwa keluarganya terbangun oleh ledakan yang memecahkan semua jendela rumahnya. Kondisi darurat telah diumumkan di rumah-rumah sakit yang merawat para korban. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan itu dan menyatakan bahwa "tindakan terorisme pengecut seperti ini tidak akan melemahkan tekad rakyat Pakistan."
Serangan ini bukanlah yang pertama kali menargetkan kereta api di Balochistan. Dalam dua tahun terakhir, BLA beberapa kali menyerang Jaffar Express, kereta yang melayani rute Quetta-Peshawar. Kelompok separatis tersebut menuduh pemerintah federal Pakistan mengeksploitasi kekayaan sumber daya mineral provinsi terbesar itu tanpa memberikan manfaat bagi penduduk setempat. Balochistan mencakup hampir 44 persen luas wilayah Pakistan, berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, serta memiliki garis pantai Laut Arab. Meskipun luas, provinsi ini hanya dihuni sekitar 5 persen dari total populasi Pakistan yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa.
Ketegangan antara BLA dan aparat keamanan Pakistan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada awal Februari lalu, bentrokan di Quetta dan sekitarnya menewaskan 31 warga sipil. Serangan terbaru ini dipandang sebagai eskalasi signifikan yang dapat memicu respons militer lebih besar dari Islamabad. Para analis menilai bahwa tanpa penyelesaian akar masalah berupa ketimpangan ekonomi dan otonomi daerah, siklus kekerasan di Balochistan sulit diakhiri.



