Takjil Nostalgia Ringgo Agus Rahman: Menu Wajib yang Bikin Harus Ikut "War" Takjil
Baca dalam 60 detik
- Ringgo Agus Rahman membagikan menu takjil favoritnya yang penuh memori, seperti bala-bala (gorengan) khas Bandung.
- Sang aktor mengaku sangat menikmati euforia "war" takjil yang marak terjadi selama Ramadan 2026.
- Baginya, takjil tradisional seperti es timun suri dan kolak adalah elemen penting untuk menghidupkan suasana nostalgia masa kecil.

Takjil Nostalgia Ringgo Agus Rahman: Menu Wajib yang Bikin Harus Ikut "War" Takjil
Aktor Ringgo Agus Rahman membagikan cerita hangat mengenai tradisi berbuka puasanya yang penuh nostalgia. Berdasarkan laporan InsertLive, suami dari Sabai Morscheck ini mengungkapkan bahwa ada jenis takjil tertentu yang selalu membawanya kembali ke kenangan masa kecil di Bandung, hingga ia rela terjun langsung dalam fenomena "war" takjil.
Bagi Ringgo, momen mencari takjil bukan sekadar mengisi perut setelah seharian berpuasa, melainkan sebuah ritual yang dinanti-nanti. Ia mengaku memiliki preferensi makanan buka puasa yang spesifik, yang meski sederhana, namun memiliki nilai emosional tinggi dan menjadi "buruan" utama di pasar-pasar takjil setiap sore hari.
DAFTAR TAKJIL FAVORIT RINGGO AGUS RAHMAN
| Menu Takjil | Alasan & Nostalgia |
|---|---|
| Gorengan (Bala-bala) | Menu wajib yang tidak boleh absen; pengingat masa-masa tinggal di Bandung. |
| Es Timun Suri / Blewah | Kesegaran klasik yang dianggap sebagai simbol asli bulan suci Ramadan. |
| Kolak Pisang | Makanan manis tradisional yang selalu mengingatkannya pada masakan keluarga. |
Ringgo juga bercerita bagaimana kemeriahan suasana Ramadan tahun ini membuatnya antusias untuk ikut berburu makanan bersama masyarakat lainnya. Meskipun statusnya sebagai figur publik, ia tidak keberatan harus mengantre demi mendapatkan menu favoritnya sebelum waktu azan Magrib tiba.
Kisah sederhana dari Ringgo ini mencerminkan bagaimana kuliner tradisional Ramadan selalu memiliki tempat di hati setiap orang, terlepas dari latar belakang profesinya. Tradisi mencari takjil tetap menjadi momen sosial yang menyatukan berbagai kalangan dalam kegembiraan menyambut waktu berbuka.



