Nostalgia Instan: Jalankan Windows 95 di Linux Sebagai Aplikasi Electron
Baca dalam 60 detik
- Pengguna Linux bisa menjalankan Windows 95 sebagai aplikasi mandiri berkat proyek berbasis Electron dan emulator v86.
- Mendukung game klasik seperti Doom dan Pinball, namun tidak disarankan untuk berselancar di web modern.
- Menjadi cara mudah untuk merasakan kembali desain antarmuka pionir seperti Start Menu dan Taskbar secara instan.

Sebuah proyek menarik di GitHub kini memungkinkan pengguna Linux untuk menghidupkan kembali memori tahun 90-an dengan menjalankan Windows 95 langsung di atas distribusi Linux apa pun. Alih-alih menggunakan mesin virtual yang kompleks, sistem operasi antik ini dikemas sebagai aplikasi Electron yang mudah dipasang.
Teknologi di Balik Proyek:
- v86 Emulation: Menggunakan alat emulasi v86 untuk mensimulasikan perangkat keras x86 jadul yang dibutuhkan Windows 95 agar bisa berjalan di prosesor modern (x64/Arm).
- Electron Framework: Membungkus emulator dan citra disk Windows 95 menjadi aplikasi lintas platform yang bisa dijalankan seperti perangkat lunak biasa.
- Kemudahan Instalasi: Untuk pengguna Linux berbasis Debian/Ubuntu, cukup mengunduh paket .deb 64-bit dan menjalankannya melalui peluncur aplikasi.
Pengalaman Pengguna dan Batasan
Meskipun mampu membangkitkan nostalgia, menjalankan OS berusia 30 tahun di atas perangkat keras modern memiliki beberapa catatan teknis.
| Fitur / Aspek | Status & Performa |
|---|---|
| Aplikasi Klasik | Paint, Minesweeper, Doom, dan Pinball berjalan dengan lancar. |
| Produktivitas | Microsoft Office tersedia namun cenderung tidak stabil (crash saat membuka Word). |
| Konektivitas | Mendukung fitur shared folder untuk akses file dari sistem host Linux. |
| Internet | Sangat terbatas; sulit membuka situs HTTPS modern karena keterbatasan protokol lama. |
"Sangat menakjubkan melihat elemen desktop seperti Taskbar dan Start Menu masih menjadi bagian inti dari Windows hingga saat ini, menunjukkan visi yang luar biasa dalam desain OS tersebut tiga dekade lalu," tulis Abhishek Kumar Mishra dalam ulasannya.
Perlu dicatat bahwa aplikasi ini menggunakan memori sekitar 600 MB untuk berjalan—jumlah yang sangat besar untuk OS yang aslinya hanya membutuhkan RAM 4 MB. Hal ini disebabkan oleh penggunaan overhead dari Electron dan JavaScript. Proyek ini lebih ditujukan sebagai hiburan dan edukasi daripada penggunaan fungsional harian.



