Lebih dari satu dekade sejak "Pertarungan Abad Ini", api persaingan antara Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather ternyata belum sepenuhnya padam. Kamp Pacquiao baru-baru ini melontarkan pernyataan tajam yang bertujuan untuk memancing sang "Money" Mayweather kembali ke atas ring demi mempertaruhkan rekor sucinya.
Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang semakin kencang mengenai negosiasi laga ulang di Arab Saudi. Tim Pacquiao menegaskan bahwa mereka tidak tertarik pada laga ekshibisi biasa yang hanya sekadar sandiwara. Mereka menginginkan pertarungan yang benar-benar kompetitif untuk membuktikan siapa yang terbaik di antara keduanya sebelum benar-benar menggantung sarung tinju selamanya.
Mengapa Rematch Ini Kembali Mencuat?
- Urusan yang Belum Selesai: Pacquiao masih merasa bahwa kondisi fisiknya pada 2015 tidak memungkinkan ia tampil maksimal (cedera rotator cuff).
- Daya Tarik Finansial: Meskipun usia mereka sudah tidak muda, daya tarik komersial "PacMay" tetap menjadi salah satu yang tertinggi di sejarah olahraga.
- Ambisi Rekor: Memberikan kekalahan pertama bagi Mayweather adalah motivasi terbesar yang membuat Pacquiao tetap menjaga kondisi fisiknya di tahun 2026.
Mayweather sendiri, yang selama ini sukses menjalankan bisnis laga ekshibisi dengan risiko rendah, belum memberikan jawaban resmi yang konkret. Namun, sejarah menunjukkan bahwa jika angka yang ditawarkan cukup besar, Mayweather jarang menolak untuk tampil. Pertanyaannya adalah, apakah ia bersedia mengambil risiko menodai rekor profesionalnya di usia yang hampir menyentuh 50 tahun?
Para kritikus berpendapat bahwa laga ini mungkin sudah melewati masa kadaluwarsanya. Namun bagi jutaan penggemar tinju purist, kesempatan melihat dua teknisi terbaik ini bertukar pukulan sekali lagi adalah nostalgia yang terlalu manis untuk dilewatkan. Akankah 2026 menjadi saksi runtuhnya benteng 50-0?




