Dunia tinju Inggris diguncang oleh salah satu perpisahan paling kontroversial tahun ini. Conor Benn, bintang yang selama ini dibela mati-matian oleh Matchroom, secara resmi memutus hubungan dengan Eddie Hearn demi tawaran menggiurkan dari Dana White dan Zuffa Boxing.
Keputusan ini memicu reaksi keras dari Carl "The Cobra" Froch. Melalui kanal Froch On Fighting, Froch tidak menahan diri untuk menguliti situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa Hearn telah membuat kesalahan fatal dengan mengedepankan aspek emosional dan loyalitas dalam bisnis yang brutal. Froch menilai Benn melakukan langkah yang "tidak berkelas" mengingat Hearn tetap berdiri di sampingnya saat hampir seluruh dunia tinju menghujatnya pasca kasus tes obat-obatan.
Poin Utama Konflik Benn vs Hearn:
- Kurangnya Komunikasi: Hearn mengungkapkan bahwa ia mengetahui kepindahan Benn hanya melalui email dari pengacara, tanpa adanya panggilan telepon pribadi dari sang petinju.
- Investasi Besar: Matchroom dikabarkan telah meminjamkan ratusan ribu poundsterling dan mendanai pembelaan hukum Benn selama masa vakumnya.
- Ancaman Zuffa Boxing: Masuknya Dana White ke kancah tinju profesional dengan dana besar mulai mengancam dominasi promotor tradisional seperti Matchroom dan Queensberry.
Bagi Hearn, ini adalah pukulan telak yang ia sebut sebagai "tahun-tahun yang sia-sia." Ia mengakui telah salah menilai karakter petinjunya sendiri. Di sisi lain, Benn menegaskan bahwa langkahnya ke Zuffa Boxing adalah murni keputusan bisnis untuk mengejar "pertarungan warisan" dan bayaran delapan digit yang ditawarkan oleh konsorsium pimpinan Arab Saudi dan Dana White.
Pergeseran kekuasaan ini menandai babak baru dalam politik tinju global. Dengan bergabungnya petinju profil tinggi ke kubu Zuffa, persaingan antar promotor akan semakin memanas di tahun 2026. Fokus kini tertuju pada siapa lawan pertama Benn di bawah bendera baru, dengan nama Ryan Garcia terus disebut-sebut sebagai target utama.




