Menyambut bulan suci Ramadan 2026, presenter kondang Ruben Onsu menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Berdasarkan laporan dari Grid.ID, Ramadan tahun ini bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah fase krusial dalam perjalanan spiritualnya sebagai seorang mualaf. Dengan tekad yang bulat, Ruben menetapkan target besar untuk terus memperdalam keimanannya, dengan fokus utama mampu membaca Al-Qur'an secara lancar dan fasih.
Konsistensi Belajar dan Persiapan Fisik
Ruben menyadari sepenuhnya bahwa mempelajari agama adalah sebuah proses maraton yang menuntut kesabaran dan konsistensi tinggi. Alih-alih merasa berkecil hati karena masih banyak ajaran yang harus ia pelajari, rasa ingin tahunya justru semakin terpacu. Untuk mempersiapkan puasa Ramadan sebulan penuh pertamanya ini, ia telah melatih kedisiplinan fisik dan mental sejak jauh-jauh hari melalui rutinitas puasa sunah Senin dan Kamis.
Secara spiritual, Ruben menolak untuk terus bergantung pada teks transliterasi latin. Ia rutin meluangkan waktu bersama pembimbingnya untuk menghafal surah-surah pendek dan mengenali huruf hijaiyah. Menariknya, ia mengaku kerap dilanda rasa gugup saat melafalkan hafalannya, sebuah reaksi alamiah yang ia maknai sebagai bentuk ketakziman dan rasa deg-degan karena kesadarannya sedang "berhadapan" dengan Sang Pencipta.
Sarana Pendukung dan Ekosistem Ibadah
Saking antusiasnya, Ruben mengibaratkan persiapan Ramadan kali ini layaknya menyambut hajatan besar. Ia secara proaktif menyiapkan lingkungan yang kondusif di kediamannya, salah satunya dengan memasang jam pengingat waktu salat dan azan otomatis. Langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga ditujukan untuk memfasilitasi para karyawannya yang beragama Islam agar dapat beribadah dengan lancar. Dedikasi ini memperlihatkan komitmen nyata Ruben Onsu untuk mentransformasikan niat spiritualnya menjadi tindakan nyata dan disiplin ibadah sehari-hari.




