Kartu Merah untuk Activision: Iklan 'Black Ops 7' Dilarang di Inggris Karena Lelucon Kekerasan Seksual
Baca dalam 60 detik
- Kasus: Iklan Call of Duty: Black Ops 7 dilarang tayang di Inggris oleh ASA.
- Penyebab: Materi iklan mengandung lelucon yang dianggap menyepelekan atau menyinggung isu kekerasan seksual.
- Dampak: Activision dipaksa menarik iklan tersebut dan menghadapi kritik tajam terkait standar etika pemasaran mereka.
Batas antara pemasaran yang berani ("edgy") dan tidak pantas telah dilanggar secara fatal. Laporan dari Wccftech menyoroti keputusan tegas Otoritas Standar Iklan Inggris (ASA) yang melarang penayangan iklan terbaru untuk Call of Duty: Black Ops 7. Iklan tersebut dinilai memuat konten "tidak bertanggung jawab" yang menjadikan kekerasan seksual sebagai bahan lelucon, sebuah langkah blunder yang memicu kecaman luas di tengah upaya industri gim untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Humor Gelap yang Kebablasan
Fokus utama dari larangan ini adalah pada narasi iklan yang menampilkan karakter "The Replacer" dalam skenario yang mengimplikasikan tindakan non-konsensual sebagai bahan candaan (banter) antar pemain. ASA menegaskan bahwa menyepelekan (trivializing) kekerasan seksual, bahkan dalam konteks gim video dewasa, adalah pelanggaran serius terhadap kode etik periklanan karena berpotensi menormalisasi perilaku predator di dunia nyata.
Bagi Activision, ini adalah pukulan telak bagi reputasi departemen pemasaran mereka. Waralaba Call of Duty memang dikenal dengan nada maskulin dan militeristiknya, namun insiden ini menunjukkan kegagalan quality control dalam memahami sensitivitas sosial modern. Iklan tersebut tidak hanya ditarik dari peredaran, tetapi juga menjadi preseden bahwa regulator tidak akan mentolerir konten yang merendahkan martabat manusia demi sensasi viral.
Dampak pada Komunitas
Keputusan ini memicu perdebatan di komunitas gim mengenai batas-batas "Trash Talk". Namun, konsensus umum mendukung langkah ASA, mengingat toksisitas dalam lobi gim daring sering kali berakar dari normalisasi bahasa kekerasan seperti yang ditampilkan dalam iklan tersebut. Activision kini dipaksa untuk mengevaluasi kembali strategi kampanye global mereka agar tetap agresif tanpa menjadi ofensif.



