Menjelang laga putaran keempat FA Cup melawan tim kasta bawah Salford City, manajer Manchester City, Pep Guardiola, membagikan perspektif yang sangat manusiawi mengenai kompetisi tertua di dunia tersebut. Alih-alih hanya berbicara tentang taktik, pria asal Spanyol ini mengungkapkan kecintaannya pada tradisi unik sepak bola Inggris yang sering kali terasa kasar namun sangat otentik. Laporan dari Goal.com pada 14 Februari 2026 menyoroti bagaimana Guardiola justru menikmati momen-momen saat ia dan tim bertabur bintangnya "diejek" oleh penggemar lawan.
Ejekan yang Menjadi Memori Abadi
Guardiola mengungkapkan bahwa salah satu kenangan terindahnya selama satu dekade berkarier di Inggris adalah saat melakoni laga tandang melawan klub-klub dari League One atau League Two. "Vibe saat tiba di stadion dengan bus dan para penggemar berteriak 'Who are ya?! Who are ya?!' adalah pengalaman yang akan saya bawa seumur hidup," ujarnya sembari tertawa. Bagi Guardiola, nyanyian tersebut adalah bentuk rasa hormat terhadap identitas lokal yang sangat kental di Britania Raya.
Ia juga memuji bagaimana Inggris mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi sepak bola modern dengan tetap menjaga tradisi lama yang tidak ditemukan di negara lain. Pengalaman menghadapi gaya main "bola panjang" yang agresif di stadion kecil yang bising memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi pelatih yang telah memenangkan segalanya di level klub tersebut.
Salford City: Antara Respek dan Ambisi
Di sisi lain, manajer Salford City, Karl Robinson, menyadari besarnya jurang perbedaan kualitas timnya dengan raksasa Etihad. Meski musim lalu sempat dihajar 8-0, Salford datang dengan persiapan yang lebih matang dan status sebagai tim enam besar di League Two. Robinson menekankan bahwa menghadapi pemain kelas dunia seperti peraih Ballon d'Or di bawah arahan pelatih top 10 terbaik sepanjang sejarah adalah tantangan yang harus dinikmati, bukan ditakuti. Pertandingan hari ini bukan sekadar mengejar skor, melainkan ajang pembuktian bahwa Salford adalah klub nyata yang patut diperhitungkan di masa depan.




