Dalam langkah yang menandai pergeseran tektonik strategi sistem operasi Redmond, Microsoft dilaporkan akan merilis pembaruan Windows 11 versi 26H1 secara eksklusif untuk perangkat berbasis ARM, memecah siklus rilis serentak yang selama ini menjadi standar industri. Laporan dari Ars Technica pada Februari 2026 ini mengonfirmasi bahwa PC bertenaga prosesor Qualcomm Snapdragon X Elite dan penerusnya akan menerima fitur dan optimalisasi kernel yang tidak—atau belum—tersedia untuk mesin berbasis Intel dan AMD (x86). Ini adalah pertama kalinya Microsoft memprioritaskan arsitektur seluler di atas warisan "Wintel" yang telah mendominasi komputasi selama empat dekade.
Prioritas Efisiensi di Atas Warisan
Keputusan untuk memisahkan jalur pengembangan (forking) ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengoptimalkan lapisan emulasi "Prism" Microsoft. Arsitektur ARM membutuhkan penanganan instruksi yang berbeda secara fundamental dibandingkan x86. Dengan mendedikasikan 26H1 untuk ARM, insinyur Microsoft dapat menulis ulang kode tingkat rendah (low-level code) untuk manajemen daya dan penjadwalan thread NPU (Neural Processing Unit) tanpa harus khawatir mematahkan kompatibilitas mundur pada jutaan PC tua berbasis Intel. Ini adalah upaya agresif untuk akhirnya menghilangkan stigma "kinerja lambat" yang menghantui Windows on ARM di masa lalu.
Langkah ini juga merupakan respons langsung terhadap ancaman Apple Silicon. Sejak peluncuran chip M-series, laptop Windows tertinggal jauh dalam hal efisiensi per watt. Dengan versi OS yang dirancang khusus (bespoke) untuk silikon ARM, Microsoft berharap dapat menawarkan daya tahan baterai dan kinerja instan (instant-on) yang setara dengan MacBook Air, sesuatu yang sulit dicapai dengan bagasi kode x86 yang berat.
Masa Depan Terfragmentasi?
Bagi konsumen dan departemen TI korporat, ini menciptakan realitas baru yang membingungkan: dua kelas warga Windows. Pengguna x86 mungkin akan merasa ditinggalkan karena fitur-fitur AI terbaru dan perbaikan antarmuka mendarat lebih dulu di perangkat ARM. Ini adalah pertaruhan besar Microsoft untuk memaksa industri beralih ke arsitektur masa depan, namun berisiko mengasingkan basis pengguna setia yang masih bergantung pada infrastruktur Intel dan AMD tradisional.




