Kendal Tornado Kalahkan Persebaya, Pelatih Sebut I League Cup Untungkan Rotasi Pemain
Baca dalam 60 detik
- Kendal Tornado FC mengejutkan Persebaya Surabaya dengan kemenangan 3-2 di laga perdana Grup G I League Cup 2026/2027.
- Pelatih Stefan Keeltjes menilai turnamen ini memberi kesempatan bagi pemain jarang tampil untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding.
- Kemenangan ini memperbesar peluang Kendal Tornado lolos ke babak 12 besar, sementara fokus beralih ke Pegadaian Championship yang masih belum terkalahkan.

Kendal Tornado FC membuka kiprahnya di Grup G I League Cup 2026/2027 dengan hasil mengejutkan: mengalahkan Persebaya Surabaya 3-2 di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (3/11/2026) malam. Kemenangan atas tim kasta tertinggi ini bukan sekadar tiga poin, tetapi juga menjadi bukti bahwa klub kasta kedua mampu bersaing dan memberi dampak signifikan bagi pengembangan pemain.
Laga berjalan ketat sejak awal. Tanpa penonton, Persebaya kesulitan menembus pertahanan rapat Kendal Tornado. Gol Akbar Firmansyah pada menit ke-59 membuka keunggulan tuan rumah. Bajul Ijo sempat berbalik unggul lewat Ramadhan Sananta (71') dan Toni Firmansyah (78'), namun Dimas Sukarno menyamakan kedudukan di menit ke-86. Patrick Cruz menjadi penentu kemenangan di penghujung laga, memastikan tiga poin bagi Laskar Badai Pantura.
Bagi Pelatih Stefan Keeltjes, hasil ini lebih dari sekadar kemenangan atas tim besar. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan di I League Cup memberikan manfaat besar, terutama dalam hal rotasi pemain. "Kami harus berbagi konsentrasi dengan Pegadaian Championship, tetapi turnamen ini memberi kesempatan bagi pemain yang minim jam terbang untuk menunjukkan kemampuan," ujar Keeltjes kepada Bola.com. Ia mencontohkan Syaeful Anwar yang baru pertama kali tampil dan berhasil memanfaatkan peluang dengan baik.
Keberhasilan mengalahkan Persebaya tidak lepas dari kekompakan dan mentalitas tim. Keeltjes menekankan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif di mana setiap pemain memiliki tanggung jawab sama, tanpa sekat antara pemain inti dan cadangan. "Kekuatan kami adalah kekompakan dan keberanian. Semua pemain pantang menyerah, saling mendukung," tegasnya. Ia juga mengakui bahwa Persebaya bukan tim sembarangan, tetapi tekad dan kerja sama tim membuahkan hasil.
"Kami tahu Persebaya bukan tim sembarangan. Tapi anak-anak punya tekad, bermain kompak, bisa unggul lebih dulu, lalu tertinggal, kemudian membalikkan keadaan. Itu luar biasa."
โ Stefan Keeltjes, Pelatih Kendal Tornado FC
Kemenangan ini memperbesar peluang Kendal Tornado melangkah ke babak 12 besar. Di laga terakhir grup, mereka hanya perlu meraih hasil imbang melawan PSBS Biak. Sementara itu, kekalahan Persebaya memicu kekecewaan suporter Bonek, yang mendatangi manajemen klub untuk menyuarakan protes.
Di sisi lain, Kendal Tornado tengah dalam performa apik di Pegadaian Championship Grup B. Mereka menjadi satu-satunya tim yang belum merasakan kekalahan musim ini, dengan raihan empat kemenangan dan empat imbang. Posisi keempat klasemen sementara membuat peluang promosi ke BRI Super League tetap terbuka. Selanjutnya, mereka akan menjamu pemuncak klasemen Persela Lamongan di Stadion Sriwedari, Minggu (8/11/2026).
Keeltjes menegaskan bahwa target tim adalah meraih hasil maksimal di kedua kompetisi. "Kami manfaatkan keduanya untuk merotasi pemain agar tetap stabil di liga maupun turnamen," pungkasnya. Dengan strategi rotasi yang matang, Kendal Tornado membuktikan bahwa klub kasta kedua mampu bersaing di level lebih tinggi dan menjadi contoh bagi tim lain dalam mengelola skuad.
Ke depan, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi di dua ajang. Mampukah Kendal Tornado melanjutkan kejutan ini hingga akhir musim dan mewujudkan promosi ke kasta tertinggi? Publik sepak bola Indonesia layak menantikan jawabannya.



