Ezechiel Ndouasel Jadi Senjata PSGC Ciamis untuk Kejutkan PSS Sleman di I League Cup
Baca dalam 60 detik
- PSGC Ciamis menatap laga perdana Grup F I League Cup melawan PSS Sleman dengan keyakinan tinggi, mengandalkan tiga pemain asing termasuk Ezechiel Ndouasel yang telah mencetak lima gol di Pegadaian Championship.
- Pelatih Herry Kiswanto menegaskan partisipasi di turnamen ini sebagai wahana pembelajaran bagi talenta muda, bukan sekadar mengejar hasil instan.
- Duel di Stadion Maguwoharjo menjadi ujian awal bagi PSGC untuk mengukur daya saing melawan klub kasta tertinggi, sekaligus membuktikan kesiapan mental skuad.

PSGC Ciamis menegaskan ambisi mereka untuk memberikan kejutan pada laga pembuka Grup F I League Cup 2026/2027 saat bertandang ke markas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (4/11/2026) sore WIB. Tim berjuluk Laskar Singacala itu tidak datang sekadar untuk melengkapi turnamen, melainkan membawa misi menguji kapasitas skuad melawan tim dari kasta tertinggi.
Pelatih Herry Kiswanto, yang akrab disapa Herkis, menegaskan bahwa seluruh pemain telah tiba di Yogyakarta dan berada dalam kondisi siap tempur. Ia memanfaatkan sesi latihan terakhir untuk memastikan kebugaran serta memulihkan mental para pemain setelah hasil kurang memuaskan pada pertandingan sebelumnya. โKami sudah siap, tim juga sudah di Yogyakarta. Semua pemain yang hadir di sini siap, dan secara mental sudah kami kembalikan di sesi latihan,โ ujar Herkis dalam konferensi pers jelang laga, Selasa (3/11/2026).
Bagi PSGC, I League Cup bukan sekadar ajang pembuktian gengsi. Turnamen yang mempertemukan 38 klub dari BRI Super League dan Pegadaian Championship ini menjadi panggung bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan menghadapi lawan-lawan berkualitas. Herkis menekankan bahwa pengalaman bertanding melawan tim Liga 1 akan memperkaya wawasan taktis para talenta mudanya. โTarget utama adalah memberikan pengalaman bagi pemain muda karena bertanding melawan tim-tim Liga 1. Ini akan menambah ilmu mereka, dan hasilnya nanti menjadi evaluasi,โ jelasnya.
Modal utama PSGC untuk merepotkan pertahanan tuan rumah terletak pada ketajaman Ezechiel Ndouasel. Penyerang asal Chad itu bukan nama baru bagi penggemar sepak bola Indonesia, lantaran pernah membela sejumlah klub termasuk Persib Bandung. Musim ini, insting golnya masih tajam dengan koleksi lima gol dari delapan penampilan di Pegadaian Championship. Catatan tersebut menjadi peringatan serius bagi lini belakang PSS yang harus ekstra waspada.
Selain Ezechiel, PSGC juga mendatangkan Kim Min-hyeok dan Johan Bonilla sebagai amunisi tambahan. Kehadiran trio asing ini diharapkan mampu meningkatkan daya gedor sekaligus memberikan stabilitas permainan, terutama saat menghadapi tekanan tuan rumah. Bek PSGC, Surya Wardana, menegaskan bahwa timnya telah melupakan kekalahan sebelumnya dan kini fokus penuh pada laga kontra PSS. โKami siap dalam segala aspek. Kekalahan kemarin kami lupakan dan sekarang fokus ke depan,โ ujarnya.
PSS Sleman, sebagai tuan rumah, tentu tidak ingin kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri. Namun, PSGC datang dengan status underdog yang berpotensi menyulitkan. Herkis menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi tim mana pun, termasuk yang berasal dari Liga 1. โSiapa pun lawannya, mau Liga 1, kami sudah siap,โ tegas mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an itu.
Pertandingan ini juga menjadi cermin bagi PSGC untuk mengukur sejauh mana perkembangan skuad di bawah asuhan Herkis. Dengan persiapan matang dan mental yang telah dipulihkan, Laskar Singacala bertekad memberikan perlawanan sengit sejak menit pertama. I League Cup menjadi ajang pembuktian bahwa klub dari kasta kedua mampu bersaing dengan tim-tim elite tanah air.
Keberhasilan PSGC mencuri poin di Maguwoharjo akan menjadi sinyal positif bagi kepercayaan diri tim, terutama menjelang laga-laga berikutnya di fase grup. Sebaliknya, kekalahan akan menjadi bahan evaluasi berharga bagi pengembangan pemain muda. Terlepas dari hasil akhir, duel ini akan menjadi tolok ukur seberapa jauh kesiapan PSGC dalam menghadapi kompetisi yang lebih ketat.
Pertanyaannya, mampukah Ezechiel Ndouasel kembali menunjukkan ketajamannya dan membawa PSGC Ciamis mengejutkan PSS Sleman di kandang? Jawabannya akan terungkap di atas rumput Stadion Maguwoharjo.



