Shin Tae-yong Bongkar Rahasia Sukses Persija: Pendekatan Berbeda antara Klub dan Timnas
Baca dalam 60 detik
- Shin Tae-yong membeberkan perbedaan mendasar dalam merancang program latihan saat menangani klub versus tim nasional.
- Persija Jakarta menyapu bersih empat laga awal BRI Super League 2026/2027 dengan catatan 12 poin dan selisih gol impresif.
- Fleksibilitas evaluasi di kompetisi klub menjadi kunci perbaikan performa berkelanjutan yang sulit diterapkan di level timnas.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengungkapkan bahwa menangani klub dan tim nasional memerlukan pendekatan yang berbeda, terutama dalam hal program latihan dan evaluasi pertandingan. Pernyataan ini disampaikan setelah Macan Kemayoran mencatat start sempurna di BRI Super League 2026/2027 dengan empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan telak 4-0 atas PSIM Yogyakarta pada pekan keempat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Perbedaan tersebut, menurut Shin, berakar pada keterbatasan waktu persiapan di level tim nasional. Ia mencontohkan pengalamannya ketika menangani Timnas Indonesia, di mana tim harus melakoni dua pertandingan dalam rentang sembilan hari. Kondisi itu memaksa fokus latihan lebih banyak diarahkan pada pemulihan kondisi fisik dan pengaturan kebugaran pemain, bukan pada perbaikan taktik atau evaluasi teknis secara mendalam.
"Karakter tim nasional dan klub tentu sedikit berbeda. Karena itu, program latihan yang diterapkan juga berbeda," ujar Shin Tae-yong.
Sebaliknya, di kompetisi liga bersama klub, Shin memiliki ruang lebih luas untuk mengevaluasi kekurangan yang muncul dalam pertandingan. Ia dapat memperbaiki berbagai aspek permainan melalui sesi latihan sebelum menghadapi lawan berikutnya. "Dalam kompetisi liga, kami memiliki kesempatan untuk mengevaluasi berbagai kekurangan dan memperbaikinya melalui latihan," tambah pelatih berusia 56 tahun tersebut.
Pendekatan yang diterapkan Shin di Persija terbukti membuahkan hasil positif. Empat kemenangan beruntun menjadi modal berharga bagi klub kebanggaan The Jakmania untuk menjaga konsistensi di kompetisi domestik. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan teruji ketika jadwal padat dan kompetisi semakin ketat.
Keberhasilan Shin mengawinkan pengalaman internasional dengan manajemen klub juga menjadi sinyal bahwa adaptasi lintas level kepelatihan bukan sekadar soal taktik, melainkan kemampuan membaca kebutuhan pemain dan konteks kompetisi. Bagi Persija, start impresif ini menjadi fondasi penting untuk mengarungi musim panjang.
Pertanyaannya, mampukah Shin Tae-yong mempertahankan momentum ini hingga akhir musim dan membawa Persija kembali ke puncak kejayaan? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi satu hal yang pasti: pendekatan fleksibelnya telah memberi warna baru dalam dinamika sepak bola Indonesia.



