Fulham Beri Arbeloa Dua Laga Terakhir, Thomas Frank Masuk Radar Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Fulham menetapkan batas dua pertandingan bagi Alvaro Arbeloa untuk menyelamatkan posisinya setelah tim terpuruk di dasar klasemen.
- Thomas Frank dan Kieran McKenna ditawarkan oleh perantara sebagai kandidat pengganti, meski belum ada pendekatan resmi.
- Dengan hanya dua poin dari enam laga, laga melawan Coventry dan Hull menjadi penentu nasib proyek Arbeloa di Craven Cottage.

Fulham dikabarkan telah menetapkan tenggat tidak resmi bagi manajer Alvaro Arbeloa: dua pertandingan untuk membuktikan diri atau kursinya akan diisi nama lain. Keputusan itu muncul setelah kekalahan 2-1 dari Ipswich Town di Portman Road akhir pekan lalu, yang membuat The Cottagers terbenam di dasar klasemen Premier League dengan koleksi dua poin dari enam laga.
Posisi Arbeloa sebenarnya tidak serta-merta buruk jika melihat data dasar. Berdasarkan expected goals (xG), Fulham semestinya berada di papan tengah, dan mereka sempat menahan imbang Liverpool serta Manchester United. Namun, sepak bola tetap soal hasil. Kekalahan dari tim promosi Ipswich โ dengan dua gol telat yang bersarang di gawang mereka โ menjadi pukulan telak yang mempercepat spekulasi pergantian manajer.
Menurut laporan TEAMtalk, perantara telah menghubungi Fulham untuk menawarkan jasa Thomas Frank dan Kieran McKenna. Frank, yang kini menganggur setelah dipecat Tottenham Hotspur pada Februari lalu, dianggap sebagai opsi paling siap pakai. Ia dikenal menggunakan formasi 4-2-3-1 dan pernah membawa Brentford bertahan di Premier League selama beberapa musim. Penulis sepak bola Scott Saunders menilai pekerjaan Frank di Gtech Community Stadium sebagai "luar biasa", meski ia gagal saat naik level ke Tottenham.
"Kami kehilangan ketajaman di depan gawang. Ini bukan soal usaha, tapi soal penyelesaian akhir," ujar Arbeloa dalam wawancara pascapertandingan, seperti dikutip dari pernyataan resmi klub.
Bagi Fulham, mempertahankan status di Premier League adalah prioritas mutlak. Klub yang bermarkas di Craven Cottage ini pernah merasakan promosi dan degradasi berulang sebelum Marco Silva menstabilkan mereka. Kini, dengan Silva hijrah ke Benfica, proyek Arbeloa dipertaruhkan. Dua laga melawan Coventry City dan Hull City โ keduanya tim promosi โ menjadi ujian paling ideal untuk mengumpulkan poin. Jika gagal, manajemen tidak akan ragu bergerak cepat.
Di sisi lain, Arbeloa bukan tanpa pembela. Ia baru menangani klub selama musim panas, dan sebagian analis menilai warisan Silva masih terlalu kuat untuk dibandingkan. Namun, tekanan di Premier League tidak memberi ruang bagi proyek jangka panjang jika hasil tidak datang. Frank, dengan pengalaman 178 laga di kasta tertinggi Inggris, menjadi antitesis dari pendekatan eksperimental Arbeloa. McKenna, yang membawa Ipswich promosi dua kali berturut-turut, juga menawarkan profil berbeda: muda, ambisius, dan paham kerasnya kompetisi Championship.
Yang menarik, Fulham belum melakukan pendekatan formal. Artinya, posisi Arbeloa secara kontrak masih aman untuk saat ini. Namun, sinyal dari perantara menunjukkan bahwa pasar manajer sedang bergerak. Jika Arbeloa gagal meraih empat poin dari dua laga berikutnya, bukan tidak mungkin Craven Cottage akan segera memiliki wajah baru di ruang ganti.
Pertanyaannya kini: apakah dua laga cukup untuk mengubah arah musim Fulham, atau justru mempercepat pergantian yang sudah di depan mata?



