Pemprov DKI Tuntaskan 16 dari 19 Renovasi Sekolah, Anggaran Rp876,7 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI Jakarta menuntaskan renovasi 16 dari 19 gedung sekolah yang ditargetkan pada tahun anggaran 2025, sementara tiga proyek lainnya masih dalam tahap akhir penyelesaian.
- Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp876,7 miliar untuk menyasar berbagai jenjang pendidikan di lima wilayah administrasi Ibu Kota.
- Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program revitalisasi secara bertahap guna menjamin lingkungan belajar yang aman dan modern.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuntaskan renovasi 16 dari 19 gedung sekolah yang menjadi target pada tahun anggaran 2025. Tiga proyek lainnya masih dalam proses penyelesaian, menurut keterangan Gubernur Pramono Anung di Jakarta, Jumat (9/10).
Program renovasi dan revitalisasi ini menelan anggaran Rp876,7 miliar dan tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Pramono menyebut capaian tersebut sebagai fondasi untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
"Alhamdulillah, dari 19 gedung sekolah yang kami targetkan untuk direnovasi pada tahun anggaran 2025, sebanyak 16 gedung telah selesai 100 persen. Sementara itu, tiga gedung lainnya masih dalam proses perampungan," ujar Pramono.
Renovasi mencakup jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan. Di Jakarta Barat, pekerjaan menyentuh SDN Tegal Alur 02/04, SMAN 33 Jakarta, SDN Jati Pulo 07, SMPN 130 Jakarta, SDN Kota Bambu 01/02, dan TKN Meruya Selatan. Program juga mengubah fungsi SDN Jati Pulo 08 Pagi menjadi unit sekolah baru (USB) SMPN 298.
Jakarta Timur mendapat porsi di SDN Pondok Bambu 01, SDN Cakung Timur 02, SMPN 91, serta SDN Pekayon 05/12. Sementara Jakarta Selatan merenovasi SDN Cilandak Barat 08, SDN Cipulir 11, SDN Gandaria Selatan 03, SDN Lebak Bulus 04, SDN Tebet Timur 07, dan SMPN 15 Jakarta, plus pembangunan USB SMPN 299. Di Jakarta Utara, renovasi dilakukan di SMKN 55 Jakarta, dan di Jakarta Pusat pada SDN Petojo Utara 01.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperluas akses pendidikan berkualitas. Pramono menekankan bahwa infrastruktur sekolah yang baik akan memperlancar proses belajar mengajar dan memberi ruang lebih besar bagi anak-anak Jakarta untuk berprestasi.
"Tujuannya satu, memastikan setiap anak memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern, sehingga mereka bisa fokus mengukir prestasi terbaik," katanya.
Ke depan, Pemprov DKI berencana melanjutkan renovasi dan revitalisasi secara bertahap sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi, seperti penyelesaian tiga gedung yang belum rampung dan potensi kendala anggaran pada tahun-tahun berikutnya.
Pertanyaannya, apakah percepatan renovasi ini akan diikuti dengan peningkatan kualitas pengajaran dan pemerataan fasilitas di seluruh wilayah Jakarta? Publik menanti bukti bahwa investasi besar ini benar-benar berdampak pada hasil belajar siswa.



