Javier Bardem Ungkap Keraguan di Balik Peran Ikoniknya di Skyfall
Baca dalam 60 detik
- Javier Bardem sempat menolak tawaran sebagai Raoul Silva di Skyfall karena merasa gugup dan ragu bisa berkontribusi pada waralaba James Bond.
- Aktor Spanyol itu mengusulkan pendekatan berbeda: menjadikan villain lebih personal dan mengeksplorasi ketertarikan seksual terhadap Bond, yang disetujui sutradara Sam Mendes.
- Bardem menilai keberanian studio mempertahankan ide tersebut membuat adegan itu melekat di ingatan penonton, sekaligus membuka dimensi baru bagi karakter Bond.

Aktor peraih Oscar, Javier Bardem, mengaku sempat dilanda kegelisahan saat menerima peran antagonis Raoul Silva dalam film James Bond Skyfall (2012). Keraguan itu bukan tanpa alasan: ia merasa tidak yakin bisa memberi sesuatu yang berarti pada waralaba yang sudah berusia setengah abad.
Dalam sesi di BFI London Film Festival, Bardem mengungkapkan bahwa ia awalnya menolak tawaran tersebut. Namun setelah berdiskusi dengan sutradara Sam Mendes, ia mulai melihat celah untuk menawarkan interpretasi yang tidak biasa. "Saya gugup. Seperti, apa yang bisa saya lakukan di film James Bond? Tapi kemudian kami duduk bersama," kenangnya.
Mendes, yang disebut Bardem sebagai sosok jenius, terbuka terhadap gagasan yang diajukan aktor berusia 57 tahun itu. Inti usulannya: menghadirkan villain yang tidak sekadar ingin menghancurkan dunia, melainkan memiliki ketertarikan personal—bahkan seksual—terhadap Bond. "Saya bilang, semua villain sudah melakukan segala cara untuk menghancurkan dunia, tapi bagaimana kalau menjadi personal? Bagaimana kalau dia ingin berhubungan seks dengan Mr. Bond?" ujar Bardem menirukan percakapannya dengan Mendes.
Respons Mendes saat itu adalah akan membicarakannya dengan pihak studio. Menurut Bardem, studio kemudian menunjukkan keberanian luar biasa dengan menerima ide tersebut. "Studio sangat berani. Saya pikir adegan itu bertahan di ingatan penonton karena kami berani melangkah lebih jauh," ujarnya. Baginya, pendekatan itu menjadi cara untuk mengeluarkan Bond dari zona nyaman dan menghadapkannya pada situasi yang belum pernah ia alami.
Di luar sorotan sebagai villain Bond, Bardem juga berbicara tentang kehidupan pribadinya bersama istri, aktris Penelope Cruz. Pasangan yang menikah pada 2010 itu memilih untuk tidak membawa urusan pekerjaan ke rumah. "Di rumah, kami tidak banyak bicara soal pekerjaan. Tidak ada poster atau foto yang mengingatkan kami pada profesi. Kami mencoba memisahkan hidup dan fiksi," tuturnya kepada Variety.
Meski demikian, Bardem mengaku senang bisa bekerja sama dengan sang istri dalam beberapa proyek seperti Vicky Cristina Barcelona dan Bunker. Baginya, pengalaman itu menjadi momen untuk kembali saling melihat dan menyadari kehadiran satu sama lain di tengah kesibukan rumah tangga. "Itu cerita indah yang membantu kami melihat lagi. Kadang kita tenggelam dalam rutinitas dan anak-anak, lalu kapan kita duduk dan saling memandang? Kapan kita bernapas lagi dan menerima pasangan kita?" ujarnya.
Kisah di balik Skyfall ini menunjukkan bahwa bahkan aktor sekaliber Bardem pun bisa merasakan keraguan. Namun, keberanian untuk mengajukan ide dan keterbukaan sutradara serta studio menghasilkan salah satu villain paling diingat dalam sejarah Bond. Publik pun menantikan apakah waralaba James Bond selanjutnya akan kembali mengambil risiko serupa dalam membangun antagonis yang tidak sekadar jahat, tetapi juga manusiawi dan kompleks.



