Indonesia U-17 Putri Sempurna di Kualifikasi Piala Asia 2027, Puncaki Grup B dengan 9 Poin
Baca dalam 60 detik
- Garuda Pertiwi menutup fase grup dengan rekor tiga kemenangan tanpa cela setelah membungkam Singapura 5-0 di Stadion Bishan.
- Kesya Arabella menjadi bintang dengan dua gol, sementara Febri Arum, Fadila, dan Ayla Dva melengkapi pesta gol.
- Dengan sembilan poin, Indonesia mengunci posisi teratas Grup B, unggul tiga angka atas Singapura dan berhak melaju ke putaran final.

Timnas Putri Indonesia U-17 menutup babak kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027 dengan catatan sempurna. Bermain di Stadion Bishan, Singapura, Minggu (11/10) malam WIB, Garuda Pertiwi membantai tuan rumah lima gol tanpa balas. Kemenangan ini memastikan Indonesia mengakhiri fase grup sebagai pemuncak Grup B dengan koleksi sembilan poin dari tiga pertandingan.
Sejak awal laga, anak asuh Satoru Mochizuki tampil agresif. Kesya Arabella membuka keunggulan dan menambah satu gol lagi, sementara tiga gol lainnya disumbangkan Febri Arum, Fadila, dan Ayla Dva. Dominasi ini menegaskan kualitas tim muda Indonesia di level Asia Tenggara, sekaligus membalas kekalahan atas Singapura di pertemuan sebelumnya? Tidak, ini adalah kemenangan telak yang mengukuhkan superioritas mereka.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga angka. Bagi sepak bola putri Indonesia, pencapaian ini menjadi sinyal kebangkitan setelah sekian lama tenggelam di bayang-bayang negara tetangga. Pelatih Satoru Mochizuki, yang dikenal disiplin dalam menerapkan taktik pressing tinggi, berhasil meracik pemain muda menjadi mesin gol yang efisien. Tiga laga, tiga kemenangan, dan total 11 gol tanpa sekali pun kebobolan—sebuah rekor yang jarang diraih tim putri Indonesia di ajang kualifikasi.
Di sisi lain, Singapura harus puas menjadi runner-up. Tuan rumah sebenarnya tampil solid dengan dua kemenangan, namun kekalahan telak dari Indonesia menjadi pukulan telak. Arab Saudi, yang sempat dikalahkan Indonesia 3-1, harus rela finis ketiga dengan tiga poin. Bahrain menjadi juru kunci tanpa poin, memperlihatkan kesenjangan kualitas di grup ini.
"Kami bermain dengan tekanan tinggi dan disiplin. Para pemain muda menunjukkan mentalitas juara," ujar Satoru Mochizuki dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip dari keterangan resmi PSSI.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari pembinaan usia dini yang mulai berbuah. Beberapa pemain kunci seperti Kesya Arabella dan Febri Arum merupakan produk akademi sepak bola putri yang digarap serius dalam dua tahun terakhir. PSSI, melalui program Garuda Pertiwi, memang menargetkan lolos ke putaran final Piala Asia Putri U-17 2027. Dengan status juara grup, langkah mereka di putaran final nanti akan lebih diperhitungkan.
Meski demikian, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Di putaran final, Indonesia kemungkinan akan menghadapi tim-tim kuat seperti Jepang, Korea Utara, atau Australia yang secara peringkat FIFA jauh di atas. Konsistensi dan pengalaman bertanding di level internasional menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Apakah skuad muda ini mampu menjaga momentum dan menciptakan kejutan di putaran final? Publik sepak bola Indonesia tentu berharap demikian.



