Lazio Samai Poin Inter di Puncak Serie A, Roma Tertahan di Como
Baca dalam 60 detik
- Lazio menaklukkan Monza 3-1 dan menyamai koleksi 16 poin Inter di singgasana Serie A.
- Roma gagal memaksimalkan laga meski unggul jumlah pemain usai kartu merah Donyell Malen, hanya mampu bermain imbang tanpa gol di Como.
- Borussia Mönchengladbach terpuruk di dasar Bundesliga setelah kalah 1-2 dari Köln dalam pertandingan yang diwarnai kerusuhan suporter.

Lazio memastikan diri menyamai perolehan poin Inter Milan di puncak klasemen Serie A setelah membungkam Monza 3-1, sementara AS Roma harus puas berbagi angka dalam laga tanpa gol melawan Como pada lanjutan giornata keenam, Minggu (11/10/2026) malam WIB.
Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan Gennaro Gattuso di bangku pelatih. Setelah kegagalannya membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2026, ia kini menjelma menjadi arsitek yang mengubah Lazio menjadi kekuatan yang sulit dikalahkan. Dari enam pertandingan, Lazio mengoleksi lima kemenangan dan satu hasil imbang, mengumpulkan 16 poin—jumlah yang sama dengan Inter yang sehari sebelumnya menghancurkan Parma 3-0 di Giuseppe Meazza.
Jalannya pertandingan di Stadion Olimpico berlangsung dramatis. Nuno Tavares membuka keunggulan tuan rumah saat laga baru berjalan tiga menit, disusul gol Gustav Isaksen di pertengahan babak pertama. Keunggulan dua gol itu kian kokoh setelah bek Monza, Lorenzo Lucchesi, diusir wasit pada menit ke-35 karena menjatuhkan Tijjani Noslin yang sedang berlari menuju gawang. Namun, semangat juang Monza patut diacungi jempol. Meski bermain dengan sepuluh orang, tim tamu mampu memperkecil ketertinggalan dan nyaris menyamakan kedudukan sebelum akhirnya kebobolan gol ketiga di penghujung laga.
Di sisi lain, Roma menuai kekecewaan di Como. Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, pasukan Gian Piero Gasperini harus kehilangan striker andalan Donyell Malen yang diganjar kartu merah langsung akibat tekel berbahaya di awal babak kedua. Kehilangan top skor sementara liga itu memaksa Roma mengubah strategi menjadi lebih bertahan. Meski demikian, The Giallorossi tetap tampil disiplin dan mampu menahan gempuran Como, yang dianggap sebagai kuda hitam musim ini.
"Kami bermain dua per tiga pertandingan dengan sepuluh orang, itu yang mengecewakan," ujar Gasperini kepada DAZN. "Kami yakin memiliki peluang bagus, tetapi kami terpaksa bertahan dengan sepuluh pemain, dan kami melakukannya dengan tertib dan jelas. Ketika Anda bermain 30 menit dengan sepuluh orang dan pulang dengan hasil imbang, itu sudah cukup."
Hasil ini membuat Roma tertahan di posisi ketiga dengan 14 poin, terpaut dua angka dari Inter dan Lazio. Persaingan di papan atas Serie A musim ini diprediksi bakal semakin ketat, terutama karena Como dan Cagliari—yang akan menjamu Juventus pada laga tunda—menunjukkan performa di luar dugaan.
Sementara itu, di Bundesliga, Borussia Mönchengladbach masih belum beranjak dari dasar klasemen setelah takluk 1-2 dari rival sekota, Köln. Laga tersebut tercoreng aksi suporter Gladbach yang menembakkan kembang api ke arah tribun tuan rumah setelah gol kemenangan Said El Mala di babak kedua. Insiden itu memaksa pertandingan dihentikan sementara dan aparat antihuru-hara bersiaga di sekitar blok suporter tamu. Kekalahan ini menjadi yang kelima secara beruntun bagi Gladbach, yang dilatih Alexander Blessin, dan menegaskan krisis yang tengah melanda klub berjuluk Die Fohlen tersebut.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika di Serie A dan Bundesliga ini menjadi cerminan betapa pentingnya stabilitas tim dan kedalaman skuad. Lazio di bawah Gattuso membuktikan bahwa transformasi taktikal bisa mengangkat performa tim yang sebelumnya diragukan. Sementara Roma, yang dianggap sebagai salah satu kandidat juara, harus belajar dari kelengahan yang berujung pada pengurangan jumlah pemain. Ke depan, akankah Lazio mampu mempertahankan konsistensi dan menantang dominasi Inter? Atau justru Roma yang akan bangkit dan memanfaatkan sisa musim untuk mengejar ketertinggalan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Serie A musim ini menyajikan persaingan yang semakin sengit dan tak terduga.



