O'Hara Ledakkan Van Hecke Usai Tottenham Tahan Man United: "Semen di Kakinya, Donkey!"
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur menahan imbang Manchester United 1-1 berkat gol telat Dominic Solanke, tetapi Jamie O'Hara justru mengkritik keras penampilan bek Jan Paul van Hecke.
- Rekor tiga imbang dan tiga kalah dalam enam laga membuat posisi Roberto De Zerbi mulai tertekan meski manajemen ENIC telah belanja besar pada bursa transfer musim panas.
- Tottenham akan menjamu Coventry City pada laga berikutnya, dan kemenangan menjadi harga mati untuk meredakan tekanan yang kian membesar.

Mantan gelandang Tottenham Hotspur, Jamie O'Hara, melontarkan kritik pedas terhadap bek Jan Paul van Hecke setelah The Lilywhites hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Manchester United pada lanjutan Premier League, Minggu (28/9/2025). Gol penyama kedudukan Dominic Solanke di masa injury time menyelamatkan satu poin, tetapi performa individu Van Hecke menjadi sasaran empuk kemarahan O'Hara.
Berbicara di talkSPORT usai pertandingan, O'Hara tidak menahan diri. Ia menyebut bek asal Belanda itu tampil lamban dan menyoroti buruknya kualitas duel yang dijalani. "Van Hecke, apa yang dia lakukan? Semen di kakinya, semen. Dia punya semen di sepatunya. Tim ini sudah keterlaluan," ujar O'Hara, dikutip dari TEAMtalk.
"Saya muak, saya muak, saya muak. Siapa yang merekrut Van Hecke? Dia harus dipecat. Brighton telah mempermainkan kita habis-habisan. Siapa yang mendatangkannya? Keledai."
Kemarahan O'Hara bukan tanpa alasan. Van Hecke, yang didatangkan dari Brighton & Hove Albion pada musim panas lalu, kalah dalam mayoritas duel melawan pemain Manchester United. Meski baru menjalani enam pertandingan, performa bek berusia 26 tahun itu dinilai belum memenuhi ekspektasi, terutama mengingat harga yang dibayar Tottenham untuk mendapatkannya.
Kritik ini muncul di tengah catatan buruk Tottenham di awal musim. Dari enam laga, Spurs belum sekalipun meraih kemenangan—tiga imbang dan tiga kalah. Padahal, manajemen ENIC telah menggelontorkan dana besar untuk merekrut pemain bintang seperti Sandro Tonali dan Mateus Fernandes guna memperkuat lini tengah, serta Van Hecke untuk menambal pertahanan.
Pelatih Roberto De Zerbi berusaha melihat sisi positif dari hasil di Old Trafford. Menurutnya, penampilan melawan United adalah yang terbaik sejauh musim ini. "Saya pikir kami bermain baik, bukan hanya hari ini, tetapi juga di laga-laga sebelumnya. Tapi hari ini adalah pertandingan di mana untuk pertama kalinya musim ini kami tampil sebagai sebuah tim," kata De Zerbi.
Meski demikian, tekanan mulai mengintai kursi kepelatihan De Zerbi. Manajemen dan suporter tentu berharap investasi besar di bursa transfer segera berbuah hasil. Lini serang Tottenham juga menjadi sorotan karena baru mencetak tiga gol dalam enam pertandingan—sebuah angka yang sangat minim untuk tim yang bercita-cita finis di empat besar.
Di sisi lain, hasil imbang di Old Trafford patut diapresiasi karena Tottenham harus bermain dengan sepuluh orang setelah Rodrigo Bentancur mendapat kartu merah. Semangat juang pasukan De Zerbi untuk mencuri satu poin di kandang lawan menunjukkan ada fondasi mental yang bisa dibangun.
Namun, ujian sesungguhnya akan datang pada laga berikutnya. Tottenham akan menjamu tim promosi Coventry City di Tottenham Hotspur Stadium, Senin (6/10/2025) dini hari WIB. Kemenangan menjadi harga mati untuk meredakan tekanan dan membuktikan bahwa proyek De Zerbi berjalan sesuai rencana.
Jika Spurs kembali gagal meraih tiga poin, bukan tidak mungkin kritik akan semakin deras, tidak hanya dari O'Hara tetapi juga dari publik sepak bola Inggris. Mampukah Van Hecke dan rekan-rekannya bangkit, atau justru semakin terpuruk dalam pusaran krisis?



