WiiM Bar: Soundbar Dolby Atmos Rp8 Jutaan dengan Layar Sentuh, Tantang Sonos di Kelas Premium
Baca dalam 60 detik
- WiiM Bar resmi meluncur dengan harga $499, membawa Dolby Atmos 3.0.2, layar sentuh LCD 2,1 inci, dan dukungan streaming hi-res.
- Soundbar ini menawarkan parametric EQ 10-band dan kalibrasi ruangan RoomFit, fitur yang biasanya hanya ada di perangkat audio kelas atas.
- Kehadiran WiiM Bar memperketat persaingan di segmen soundbar premium, meski absennya AirPlay 2 bisa jadi penghalang bagi pengguna ekosistem Apple.

Linkplay resmi meluncurkan WiiM Bar, soundbar pertama mereka yang mengusung Dolby Atmos dan layar sentuh LCD bundar 2,1 inci. Dipasarkan mulai pertengahan Oktober dengan harga $499 (sekitar Rp8,1 juta), perangkat ini langsung menantang dominasi Sonos di segmen audio rumah premium.
WiiM selama ini dikenal sebagai penantang Sonos lewat jajaran speaker wireless-nya yang menawarkan streaming resolusi tinggi dan multi-room dengan harga lebih terjangkau. Kini, ambisi mereka merambah ruang tamu. WiiM Bar hadir dengan konfigurasi 3.0.2 channel, delapan driver, dan empat passive radiator. Daya amplifikasi puncaknya 135W, ditopang tiga tweeter 52mm dan tiga mid-woofer 110 x 52mm untuk kanal kiri, kanan, dan tengah yang benar-benar terpisah.
Berbeda dari banyak soundbar stereo yang mengandalkan teknologi phantom DSP untuk memalsukan speaker tengah, WiiM Bar memiliki kanal tengah fisik. Hasilnya, dialog film tetap jernih dan terikat pada aksi di layar. Dua driver tambahan di bagian atas diposisikan miring untuk memantulkan efek suara atmosferik ke langit-langit ruangan, menciptakan pengalaman surround berbasis objek.
Dari sisi desain, WiiM Bar mengusung panel depan glossy black dengan layar bundar yang berfungsi sebagai pusat informasi. Saat memutar film, layar menampilkan detail streaming, mode suara, dan format input. Untuk musik, tampil artwork album, progres lagu, dan indikator bit-rate hi-res. Dalam mode standby, layar berubah menjadi jam dengan pilihan tampilan atau wallpaper dinamis, menjadikannya semacam smart display di meja media.
Soundbar ini juga dirancang untuk kebutuhan audiofil. Sistem kalibrasi ruangan RoomFit memanfaatkan mikrofon ponsel dan aplikasi WiiM Home untuk mengukur dimensi ruangan, penempatan furnitur, dan reflektivitas permukaan. Dalam hitungan detik, sistem menghitung filter digital korektif untuk meratakan frekuensi bass yang menggembung, membersihkan pantulan midrange, dan menyesuaikan parameter pantulan atas dengan ketinggian langit-langit. Pengguna juga bisa mengakses 24 preset EQ atau 10-band graphic EQ, plus parametric EQ 10-band penuh.
"WiiM Bar menggabungkan kanal Atmos fisik, parametric EQ kelas audiofil, dukungan protokol streaming luas, dan layar sentuh depan dalam satu soundbar berharga di bawah $500. Sedikit perangkat di pasar yang bisa menandingi fitur sebanyak itu di harga tersebut."
Untuk menonton malam hari atau konten yang padat dialog, ada fitur AI Clear Voice dan Night Mode dinamis yang menekan efek suara meledak-ledak. Remote kontrol aluminium premium dengan mikrofon built-in dan tombol asisten suara untuk Alexa atau Google Assistant turut disertakan. Tampilannya sekilas mengingatkan pada remote Apple TV 4K.
Di bagian belakang, tersedia HDMI eARC, optik digital, line-in analog 3,5mm, Ethernet, dan port USB-C untuk memutar file audio lokal dari hard drive atau SSD. Konektivitas wireless didukung Wi-Fi 6E tri-band (2,4GHz, 5GHz, 6GHz) dan Bluetooth 5.4 dengan LE Audio. Dukungan native mencakup Google Cast Audio, Spotify Connect, TIDAL Connect, Qobuz Connect, Amazon Music Cast, DLNA/UPnP, dan Roon Readiness. Satu fitur yang absen adalah AirPlay 2 dari Apple.
WiiM Bar juga bisa diperluas menjadi sistem home theater 5.1.2 wireless dengan menambahkan speaker belakang dan subwoofer nirkabel kompatibel, seperti WiiM Sub Pro, tanpa perlu menarik kabel melintasi ruang tamu. Panjangnya lebih dari satu meter, sehingga kurang cocok untuk TV 43 inci ke bawah dan lebih ideal dipasang di dinding.
Peluncuran WiiM Bar terjadi hanya beberapa minggu setelah Sonos Beam Ultra, soundbar Dolby Atmos dengan driver menghadap ke atas. Keduanya menyasar masalah yang sama: audio TV satu kotak tanpa memakan banyak tempat. Namun, WiiM Bar jauh lebih lebar (1 meter) dibanding Beam Ultra (750mm), sehingga berisiko menghalangi penerima remote inframerah TV jika diletakkan di depan. Sonos Beam Ultra mengandalkan sembilan driver Class-D dan pemrosesan psikoakustik untuk menciptakan panggung suara 7.1.2, sementara WiiM Bar memakai geometri akustik langsung dengan dua driver menghadap ke atas.
Perbedaan paling mencolok ada pada pengalaman pengguna. Sonos mengusung pendekatan minimalis dengan panel atas halus dan kontrol sentuh kapasitif, sangat bergantung pada aplikasi Sonos. WiiM Bar menawarkan interaksi taktil dan visual lewat layar sentuh bundar, menampilkan status seperti Dolby Atmos, PCM multichannel, atau stereo downmix tanpa perlu membuka menu aplikasi. Untuk musik, artwork album terlihat dari seberang ruangan, memberi nuansa hi-fi vintage.
Bagi pengguna di Indonesia, WiiM Bar menawarkan alternatif menarik di pasar soundbar premium yang selama ini didominasi merek-merek besar seperti Sonos, Bose, dan Samsung. Harga $499 setara Rp8,1 juta, sebelum pajak dan bea masuk, menempatkannya di segmen menengah-atas. Dukungan streaming hi-res dan parametric EQ menjadi nilai jual bagi audiofil Tanah Air yang kerap mengeluhkan keterbatasan fitur pada soundbar arus utama. Namun, absennya AirPlay 2 bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna iPhone dan iPad yang terbiasa dengan ekosistem Apple. Ketersediaan resmi di Indonesia juga belum diumumkan, sehingga calon pembeli mungkin harus mengimpor sendiri atau menunggu distributor lokal.
Dengan harga di bawah $500, WiiM Bar menawarkan kombinasi fitur yang jarang ditemui di kelasnya. Pertanyaannya, apakah Linkplay mampu meyakinkan pengguna setia Sonos untuk beralih, atau justru memperkuat posisinya sebagai alternatif bagi mereka yang menginginkan kontrol lebih besar dan tampilan visual yang informatif? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: persaingan di segmen soundbar premium semakin panas.



