Judi Dench Mengaku Mengemudi 30 Tahun Tanpa SIM, Baru Lulus Ujian di Usia 50
Baca dalam 60 detik
- Aktris legendaris Judi Dench mengungkapkan dalam memoarnya bahwa ia mengemudi selama tiga dekade tanpa surat izin mengemudi resmi.
- Ia hanya memegang lisensi sementara dan pernah disidang di pengadilan magistrat Bow Street karena mengemudi tanpa L-plate dan lampu sein rusak.
- Dench akhirnya lulus ujian mengemudi pada usia 50 tahun, setelah sebelumnya terlibat insiden menegangkan di jembatan sempit yang membuat mendiang suaminya panik.

Dame Judi Dench, aktris peraih Oscar yang kini berusia 91 tahun, mengejutkan publik dengan pengakuan bahwa ia mengemudi selama 30 tahun tanpa memiliki surat izin mengemudi (SIM) resmi. Dalam memoar terbarunya yang berjudul Is It Too Late to Make a Run for It?, Dench mengungkapkan bahwa ia baru lulus ujian mengemudi pada usia 50 tahun, setelah sebelumnya hanya mengantongi lisensi sementara (provisional licence) yang seharusnya digunakan oleh pengemudi pemula di bawah pengawasan.
Pengakuan ini pertama kali dipublikasikan oleh majalah The Times melalui kutipan dari buku yang ditulis Dench bersama Brendan O'Hea. Dalam memoar tersebut, Dench mengenang masa mudanya saat mengendarai mobil sport MG terbuka berwarna hitam dengan jok merah. "Saya sangat menyukai mobil itu. Atapnya bisa dilipat, tetapi tidak bisa menutup dengan rapat, jadi saya selalu menyimpan beberapa jas hujan di kompartemen untuk berjaga-jaga jika hujan," tuturnya. Namun, petualangan mengemudinya berujung masalah ketika ia tertangkap polisi saat melintasi Parliament Square, London.
Dench menceritakan bahwa seorang polisi menghentikannya dan menanyakan surat izin. Ketika ia mengaku hanya memiliki lisensi sementara, polisi langsung mencatat pelanggaran: mengemudi tanpa SIM yang sah, tidak memasang tanda L, dan lampu sein yang rusak. "Saya pikir saya dipanggil untuk menghadap pengadilan magistrat Bow Street—seserius itu," kenangnya. Ia kemudian mencoba peruntungan dengan menulis surat pembelaan yang mengundang tawa. "Saya menulis, 'Yang Mulia, pada tanggal sekian saya dihentikan polisi dan dituduh tidak memasang L-plate. Saya sebenarnya punya L-plate—itu stiker, tapi Anda tahu sendiri bagaimana cuaca belakangan ini, Yang Mulia.' Saya benar-benar menulis itu. Tetap saja saya didenda £2, yang saat itu jumlahnya sangat besar."
Brendan O'Hea, rekan penulis memoar, menegaskan bahwa Dench bukanlah pengemudi yang baik. Ia mendesak Dench untuk menceritakan insiden ketika mendiang suaminya, Michael Williams, mengalami serangan panik akibat ulahnya di belakang kemudi. Dench pun mengisahkan tentang sebuah jembatan sempit jalur tunggal yang dijuluki 'Bum-clenching Bridge' oleh suaminya. "Jembatan itu hanya beberapa meter dari rumah. Tidak pernah ada dua mobil yang berpapasan di sana. Nah, itu sebelum saya datang. Saat saya mendekat, saya melihat mobil lain dari arah berlawanan. Kami berdua punya ide yang sama—mempercepat laju agar bisa melintas lebih dulu. Saya hanya mendengar Mikey berteriak, 'Jude! Jude! JUDE!' Dia langsung menutup mata. Tapi kami berhasil. Bahkan spion tidak lecet," ujarnya penuh tawa.
Pengakuan Dench ini bukan hanya sekadar anekdot menghibur dari seorang bintang senior. Kisahnya menyoroti bagaimana aturan lalu lintas di Inggris pada era 1960-an hingga 1980-an masih longgar, terutama bagi mereka yang memiliki status sosial tertentu. Meski demikian, Dench tetap harus berurusan dengan hukum dan membayar denda, menunjukkan bahwa penegakan aturan tetap berlaku. Di sisi lain, keberanian Dench mengungkapkan pelanggaran masa lalunya di usia senja justru memperkuat citranya sebagai pribadi yang jujur dan tidak takut tampil apa adanya—sebuah kualitas yang jarang dimiliki selebritas modern yang cenderung menjaga citra.
"Saya baru lulus ujian mengemudi saat usia 50 tahun. Sebelumnya, saya mengemudi selama 30 tahun tanpa SIM." — Dame Judi Dench
Bagi publik Indonesia, kisah ini mungkin terasa eksotis: mengemudi tanpa SIM selama puluhan tahun di London jelas mustahil dilakukan sekarang, terutama dengan sistem tilang elektronik dan kamera pengawas yang ketat. Namun, ada pelajaran tentang kedisiplinan dan kesadaran hukum yang tetap relevan. Di Indonesia sendiri, angka pengendara tanpa SIM masih tinggi, terutama di kalangan remaja dan pengendara sepeda motor. Data Korlantas Polri menunjukkan bahwa hingga 2024, hanya sekitar 60% pengendara sepeda motor memiliki SIM aktif. Kisah Dench bisa menjadi cermin: betapa pentingnya memiliki kompetensi resmi di jalan raya, bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga untuk keselamatan diri dan orang lain.
Dench, yang dikenal lewat perannya sebagai M dalam seri James Bond dan film-film seperti Shakespeare in Love, kini berusia 91 tahun dan masih aktif menulis. Memoarnya yang akan segera beredar ini diharapkan memberikan wawasan lebih dalam tentang kehidupan pribadinya yang penuh warna. Apakah pengakuan ini akan memengaruhi warisannya sebagai ikon budaya? Sepertinya tidak. Justru, cerita-cerita seperti ini membuatnya semakin dicintai karena kejujuran dan humornya. Publik pun menantikan apakah akan ada pengakuan lain yang tak kalah mengejutkan dari sang legenda.



