Jersey Klasik Persebaya 2004 Meluncur di Pekan Raya Jatim, Bonek Diajak Bernostalgia
Baca dalam 60 detik
- Persebaya Surabaya bersama Antangin merilis jersey edisi khusus yang mengadaptasi desain seragam tahun 2004, dipamerkan di Pekan Raya Jatim 2026 di Grand City Convex.
- Kolaborasi ini tidak sekadar jualan suvenir, tetapi strategi memperkuat ikatan emosional dengan Bonek dan Bonita di luar pertandingan.
- Agenda meet and greet pemain pada 11 dan 14 Oktober 2026 menjadi magnet tambahan bagi suporter yang ingin bertemu langsung dengan skuad Green Force.

Persebaya Surabaya menghadirkan jersey edisi khusus yang mengangkat kembali desain seragam tahun 2004 dalam gelaran Pekan Raya Jatim 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Peluncuran ini menjadi kesempatan bagi Bonek dan Bonita untuk bernostalgia dengan salah satu periode penting dalam sejarah klub, sekaligus menegaskan bahwa merchandise klub kini bergerak lebih agresif sebagai produk gaya hidup.
Koleksi tersebut lahir dari kolaborasi antara Persebaya dan Antangin, yang tidak hanya menyediakan jersey tetapi juga lini suvenir lain seperti kaus, topi, dan tumbler. Pameran berlangsung pada 8โ11 Oktober 2026, dan booth Antangin menjadi salah satu titik yang paling dinanti pendukung Bajul Ijo.
Langkah ini menandai pergeseran cara klub sepak bola Indonesia mengelola basis penggemar. Jika dulu suporter hanya diikat oleh hasil pertandingan, kini klub dan sponsor membangun kedekatan lewat produk yang bisa dikenakan sehari-hari. Bagi Persebaya, ini bukan sekadar penjualan suvenir, melainkan investasi jangka panjang dalam loyalitas merek.
Brand Team Antangin, Savira Ayudia, menyatakan bahwa peluncuran koleksi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus hadir di tengah komunitas pendukung Persebaya. Menurutnya, hubungan dengan Bonek dan Bonita tidak berhenti pada dukungan di stadion, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang bisa dinikmati langsung di luar lapangan.
"Kami ingin terus hadir bersama Persebaya dan Bonek-Bonita, tidak hanya melalui dukungan di lapangan, tetapi juga lewat berbagai aktivitas yang bisa dinikmati secara langsung. PRJ menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan koleksi spesial ini," ujar Savira.
Dari sisi desain, jersey ini mengangkat karakter visual era 2004 dengan sentuhan yang tetap relevan untuk digunakan pada masa kini. Savira menjelaskan bahwa pihaknya berusaha membawa kembali nuansa klasik tersebut agar bisa menjadi bagian dari cerita suporter saat ini, sekaligus membangkitkan kenangan lama.
Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai produk yang mengangkat memori masa lalu klub dapat menjadi pilihan bagi suporter untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Persebaya.
"Persebaya tentu menyambut baik hadirnya jersey kolaborasi Antangin ini. Apalagi desainnya mengambil inspirasi dari jersey tahun 2004 yang memiliki cerita dan kenangan tersendiri bagi perjalanan Persebaya," kata Candra.
Selain berburu merchandise, Bonek dan Bonita bisa memanfaatkan ajang ini untuk bertemu langsung dengan sejumlah pemain. Agenda meet and greet serta fan sign telah disiapkan, dengan Francisco Rivera dan Diogo Ramalho dijadwalkan menyapa suporter pada 11 Oktober 2026, disusul Miguel Pereira dan Ernando Ari Sutaryadi pada 14 Oktober 2026.
Kombinasi antara desain bernuansa klasik, merchandise eksklusif, dan akses bertemu pemain menjadikan kehadiran Persebaya di Pekan Raya Jatim 2026 lebih dari sekadar ajang belanja suvenir. Bagi klub, ini adalah cara merawat kedekatan dengan basis penggemar yang selama ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Ke depan, model kolaborasi semacam ini berpotensi menjadi standar baru bagi klub-klub Liga Indonesia dalam menggarap pasar suporter. Pertanyaannya, apakah pendekatan berbasis nostalgia dan pengalaman langsung ini akan diikuti klub lain, atau tetap menjadi keunggulan kompetitif Persebaya di pasar merchandise sepak bola nasional?



