Gol Menit 90+2 Hancurkan Harapan Garudayaksa, Milos Joksic: Kami Tak Layak Kalah
Baca dalam 60 detik
- Garudayaksa FC menelan kekalahan pahit 1-2 dari Persita Tangerang pada laga lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Sabtu (10/10/2026).
- Gol Aleksa Andrejic di menit 90+2 membuyarkan usaha keras tim promosi yang sempat menyamakan kedudukan lewat Brian Rubio pada menit 75.
- Pelatih Milos Joksic mengkritik kelengahan pemain setelah kebobolan dan menilai hasil ini sebagai pukulan telak di laga debut skuad lengkap.

Garudayaksa FC pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (10/10/2026). Kekalahan ini terasa menyakitkan karena gol Aleksa Andrejic hadir tepat di menit 90+2, hanya beberapa detik sebelum wasit meniup peluit panjang.
Tim promosi asal Cibinong, Jawa Barat, itu sejatinya sempat memberikan perlawanan sengit. Tertinggal lebih dulu jelang turun minum, Garudayaksa bangkit dan menyamakan skor melalui Brian Rubio pada menit ke-75. Namun, konsentrasi yang buyar di penghujung laga membuat Persita keluar sebagai pemenang.
Bagi pelatih Milos Joksic, kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Laga tersebut merupakan kali pertama ia bisa menurunkan skuad secara utuh setelah adanya tambahan amunisi di akhir jendela transfer paruh musim. Ekspektasi tinggi pun dibebankan kepada para pemain.
"Saya sangat kecewa. Ini adalah pertama kalinya kami memiliki skuad lengkap, dan kami bermain disiplin di babak pertama. Tapi gol cepat mereka di awal babak kedua mengubah segalanya," ujar Joksic dalam konferensi pers usai pertandingan.
Juru taktik asal Serbia itu menyoroti kelengahan pemain setelah kebobolan gol pertama. Menurutnya, selama sepuluh menit setelah tertinggal, Garudayaksa kehilangan bentuk permainan dan membuka ruang di berbagai lini. "Kami terlihat bermain tanpa arah," tegasnya.
Meski mengakui timnya tidak tampil apik, Joksic menilai hasil akhir tidak mencerminkan jalannya pertandingan. Ia merasa Garudayaksa setidaknya layak mendapatkan satu poin. "Kami tidak bermain bagus, tapi kami tidak layak kalah. Selamat untuk Persita, ini pelajaran besar bagi kami," tambahnya.
Kekecewaan Joksic juga diarahkan pada kurangnya agresivitas di sepertiga akhir. Ia menuntut para pemain untuk lebih banyak melakukan operan, menciptakan umpan kunci, dan berlari lebih gencar, terutama di area pertahanan lawan. "Kami sedikit malas di sepertiga akhir," ujarnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Garudayaksa yang tengah berupaya membangun fondasi sebagai tim promosi. Dengan skuad yang baru lengkap, integrasi antar pemain masih menjadi pekerjaan rumah. Joksic pun dituntut segera menemukan formula yang tepat sebelum kompetisi semakin ketat.
Persita Tangerang sendiri berhasil memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah. Gol cepat di awal babak kedua dan ketenangan di menit-menit akhir menunjukkan kematangan tim asuhan Luis Duran. Kemenangan ini mengangkat posisi mereka di papan tengah klasemen sementara.
Ke depan, Garudayaksa FC harus segera bangkit. Jadwal padat BRI Super League menuntut pemulihan mental dan taktik yang cepat. Jika terus kehilangan poin di menit-menit krusial, ambisi bertahan di kasta tertinggi bisa terancam. Mampukah Joksic membenahi lini serang dan pertahanan sebelum jendela transfer berikutnya?



