Usai Juara ASEAN Cup, Pelupessy Diparkir Lommel; Hilgers Akhirnya Masuk Skuad Heerenveen
Baca dalam 60 detik
- Joey Pelupessy absen total saat Lommel SK menang 3-1 atas Beveren, diduga karena kelelahan setelah memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
- Mees Hilgers untuk pertama kalinya masuk daftar pemain Heerenveen di Eredivisie meski hanya duduk di bangku cadangan saat kalah 0-2 dari PSV Eindhoven.
- Sejumlah pemain Timnas Indonesia lainnya seperti Emil Audero, Elkan Baggott, dan Calvin Verdonk dijadwalkan tampil bersama klub masing-masing pada akhir pekan ini.

Kemenangan Lommel SK 3-1 atas SK Beveren pada lanjutan Jupiler Pro League di Freethielstadion, Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB, menyimpan cerita tersendiri bagi gelandang Timnas Indonesia Joey Pelupessy. Nama pemain berusia 33 tahun itu sama sekali tidak tercantum dalam daftar susunan pemain, termasuk di bangku cadangan. Pelatih Lee Johnson memilih mengistirahatkannya setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia ke Belgia dan menjalani rangkaian laga padat bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Pelupessy merupakan salah satu pemain dengan menit bermain terbanyak di skuad Garuda selama turnamen, tampil di empat pertandingan dengan total 390 menit. Sebelumnya, ia juga tak pernah absen dalam tujuh laga beruntun Lommel di liga domestik. Sebagai gantinya, Johnson menurunkan gelandang muda Isaiah Dada-Mascoll untuk mengisi posisi Pelupessy. Hasilnya, Lommel tetap meraih tiga poin berkat brace Don-Angelo Konadu dan gol Lucas Schoofs, sementara Beveren hanya mampu membalas melalui Chris Lokesa. Kemenangan ini mengangkat Lommel ke peringkat delapan klasemen dengan koleksi 11 poin dari delapan pertandingan.
Di Belanda, kabar berbeda datang dari Mees Hilgers. Bek yang sempat memperkuat Timnas Indonesia itu untuk pertama kalinya masuk dalam daftar pemain SC Heerenveen pada laga Eredivisie melawan PSV Eindhoven di Philips Stadium, Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB. Meski hanya duduk di bangku cadangan dan belum mendapat menit bermain, langkah ini menandai titik balik setelah sebelumnya ia absen di tiga pertandingan resmi melawan AZ Alkmaar, Telstar, dan Sparta Rotterdam. Pelatih Robin Veldman tampaknya mulai memberi ruang bagi Hilgers, yang sebelumnya hanya tampil di laga uji coba tertutup melawan Telstar (30 menit) dan Groningen (45 menit).
Dampak dari keputusan ini bisa dilihat dari dua sisi. Bagi Lommel, mengistirahatkan Pelupessy adalah langkah pragmatis untuk menjaga kebugaran pemain kunci di tengah jadwal padat. Namun, absennya Pelupessy juga menyoroti beban yang ditanggung pemain yang membela tim nasional di turnamen internasional. Sementara bagi Hilgers, masuknya ia ke daftar pemain Heerenveen menjadi sinyal positif bahwa proses adaptasinya mulai membuahkan hasil. Meski belum bermain, kepercayaan pelatih adalah modal penting untuk menembus starting eleven.
Kedua pemain ini merupakan bagian dari gelombang pemain Indonesia yang berkarier di Eropa, sebuah tren yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran mereka di liga-liga top Benua Biru tidak hanya meningkatkan kualitas individu, tetapi juga memberi warna baru bagi sepak bola nasional. Namun, tantangan tetap ada: kompetisi di Eropa menuntut konsistensi dan ketahanan fisik yang tinggi, terlebih bagi pemain yang harus bolak-balik memperkuat tim nasional.
Pada akhir pekan ini, sejumlah pemain Timnas Indonesia lainnya juga dijadwalkan merumput. Kiper Emil Audero, pahlawan di ASEAN Cup, akan memperkuat Rayo Vallecano saat menjamu Athletic Bilbao di LaLiga, Sabtu (10/10/2026) pukul 19.00 WIB. Bek Elkan Baggott membela Millwall melawan Preston North End di Championship pada pukul 21.00 WIB. Dean James akan tampil untuk Go Ahead Eagles menghadapi Sparta Rotterdam pukul 21.30 WIB, disusul Calvin Verdonk yang memperkuat Lille melawan Le Havre di Ligue 1 pukul 22.15 WIB. Di Eredivisie, Ole Romeny dan Justin Hubner diandalkan Fortuna Sittard menjamu FC Twente, Minggu dini hari, sementara Maarten Paes berpeluang bermain untuk Ajax melawan NEC Nijmegen.
Pertanyaannya, apakah para pemain ini mampu menjaga performa di level klub setelah euforia juara? Konsistensi di kompetisi domestik akan menjadi ujian sesungguhnya, sekaligus modal berharga bagi Timnas Indonesia di ajang-ajang mendatang.



