Bali United Pesta Gol 6-1, Johnny Jansen Tolak Label Jago Kandang
Baca dalam 60 detik
- Bali United menghancurkan Persijap Jepara 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dengan Jort van der Sande mencetak hattrick.
- Pelatih Johnny Jansen menegaskan timnya tidak hanya kuat di kandang, meski tiga kemenangan sebelumnya diraih di Gianyar dan satu kekalahan terjadi saat tandang ke Borneo FC.
- Kemenangan ini mengangkat Bali United ke peringkat ketiga klasemen sementara BRI Super League dengan sembilan poin, sementara Persijap terpuruk di zona degradasi.

Bali United menunjukkan dominasi mutlak saat menjamu Persijap Jepara pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (10/10/2026). Serdadu Tridatu menang telak 6-1, dengan penyerang Jort van der Sande menjadi bintang lewat hattrick pada menit ke-38, 57, dan 78.
Gol-gol tambahan Bali United dicetak Remco Balk (42'), Thijmen Goppel (72'), dan Irfan Jaya (90+4'). Persijap hanya mampu membalas satu gol melalui Juan Douglas pada menit ke-71. Hasil ini membawa Bali United ke posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin, sementara Persijap semakin terbenam di dasar klasemen.
Meski tampil perkasa di kandang, pelatih Bali United, Johnny Jansen, enggan timnya dicap sebagai jago kandang. Ia menegaskan bahwa timnya juga mampu tampil produktif saat bermain di markas lawan. "Saya tidak percaya bahwa kami hanya bisa menang di kandang dan kalah saat tandang. Saya pikir kami memiliki rekor kandang yang sangat bagus dan juga bisa mencetak gol saat bermain tandang. Kita lihat saja nanti," kata Jansen seusai pertandingan.
Jansen menilai kemenangan besar ini lahir dari permainan kolektif yang solid. Bali United mampu menguasai bola, merebut kembali penguasaan, dan menciptakan banyak peluang untuk menekan pertahanan lawan. "Ini kemenangan besar. Jika melihat cara kami bermain, kami ingin terus menguasai bola, merebutnya kembali, dan berusaha melakukannya secepat mungkin," ujarnya.
Pelatih asal Belanda itu juga mengapresiasi kerja sama antarpemain yang membuat timnya mampu mencetak enam gol. Menurutnya, tim tampil efektif dalam membangun serangan dan memaksimalkan peluang. "Kami memiliki hari yang luar biasa. Banyak peluang dan kerja sama tim yang sangat bagus. Jort mencetak gol, dan kami menjalani pertandingan yang bagus," tambahnya.
Di kubu Persijap, pelatih Mario Lemos mengakui timnya tampil jauh dari harapan. Persijap kesulitan bangkit setelah kebobolan gol pertama dan semakin tertekan ketika Bali United menggandakan keunggulan menjelang turun minum. "Tentu saja ini hari yang buruk bagi Persijap. Saya pikir kami tidak memulai pertandingan dengan cukup baik. Setelah gol pertama, kami tidak mampu bangkit. Ketika tertinggal 0-2 pada babak pertama, kami mencoba memasukkan penyerang lain, tetapi Bali United tetap lebih baik. Mereka menyerang dan bertahan dengan sangat baik, sehingga pantas menang hari ini," ujar Lemos.
Pelatih asal Portugal itu mengakui Persijap masih harus bekerja keras untuk bersaing dengan tim-tim yang memiliki kualitas pemain lebih baik. Ia bahkan menyebut timnya saat ini masih berjuang untuk menghindari degradasi. "Jika kita jujur, Persijap adalah tim yang sedang berjuang untuk menghindari degradasi. Ketika menghadapi tim yang lebih baik dan memiliki kualitas seperti Bali United serta tim-tim besar lainnya, kami harus berjuang, berlari, dan bekerja keras," katanya.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Bali United dalam mengarungi kompetisi musim ini. Namun, tantangan sebenarnya akan datang saat mereka bermain di kandang lawan. Mampukah Serdadu Tridatu membuktikan bahwa mereka bukan hanya raja di Gianyar? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



