Van der Sar Puji Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Singgung Peran Diaspora Belanda
Baca dalam 60 detik
- Edwin van der Sar menyampaikan apresiasi atas gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang diraih Timnas Indonesia.
- Legenda Manchester United itu menyoroti kontribusi pemain berdarah Belanda dalam skuad Garuda sebagai jembatan budaya kedua negara.
- Kiper Maarten Paes yang kini berseragam Ajax menjadi perhatian khusus Van der Sar di tengah persaingan dengan Marc-Andrรฉ ter Stegen.

Mantan penjaga gawang Manchester United dan Timnas Belanda, Edwin van der Sar, menyampaikan ucapan selamat kepada Timnas Indonesia atas keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Ucapan itu disampaikan dalam sesi jumpa pers usai acara meet and greet bersama United Legends di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Van der Sar hadir bersama enam legenda Manchester United lainnya, yakni Radamel Falcao, Nemanja Vidic, Ryan Giggs, Dwight Yorke, Carlos Tevez, dan Rio Ferdinand. Acara tersebut menjadi ajang pertemuan dengan sekitar 120 penggemar Setan Merah di Indonesia, lengkap dengan sesi tanda tangan dan foto bersama.
Dalam kesempatan itu, Van der Sar menyinggung keberhasilan Indonesia menjuarai turnamen sepak bola Asia Tenggara. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari peran pemain keturunan Belanda yang memperkuat skuad Garuda. Ia menilai hubungan historis antara Indonesia dan Belanda turut memperkaya dinamika tim nasional saat ini.
"Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada seluruh penggemar Indonesia atas keberhasilan timnya menjuarai FIFA ASEAN Cup. Saya tahu ada beberapa pemain yang berasal dari Belanda dan memiliki darah Indonesia yang ikut bermain. Ini merupakan hubungan yang baik," ujar Van der Sar.
Pernyataan itu menyoroti fenomena diaspora yang semakin mengakar dalam sepak bola Indonesia. Sejumlah pemain berdarah Belanda telah menjadi tulang punggung Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, membawa warna baru dalam gaya permainan dan mentalitas kompetitif. Kehadiran mereka bukan sekadar menambah kedalaman skuad, tetapi juga memperkuat identitas tim di kancah internasional.
Van der Sar juga mengaku sempat berkomunikasi melalui telepon dengan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, yang kini berseragam Ajax Amsterdam. Ia mengungkapkan rasa senang karena Paes dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
"Kemarin saya bicara dengan Maarten Paes melalui telepon. Saya katakan senang dia bisa berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia," ucapnya.
Meski demikian, Van der Sar tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi Paes di Ajax. Kehadiran Marc-Andrรฉ ter Stegen sebagai penjaga gawang berpengalaman membuat persaingan di bawah mistar gawang menjadi ketat. Namun, Van der Sar tetap optimistis dan menilai kehadiran Paes sebagai aset berharga bagi klub Belanda tersebut.
"Kami juga mengenal Ter Stegen sebagai seorang penjaga gawang yang bagus. Jadi mungkin saja situasinya sulit bagi Maarten. Namun, saya merasa senang dan bagus dia sekarang bermain untuk Ajax," lanjutnya.
Pernyataan Van der Sar mencerminkan bagaimana sepak bola Indonesia semakin terhubung dengan jaringan global, terutama melalui jalur diaspora. Keberhasilan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bukti bahwa investasi pada pemain keturunan dan pembinaan usia muda mulai menunjukkan hasil. Hal ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di kawasan Asia Tenggara.
Ke depan, tantangan bagi Timnas Indonesia adalah menjaga konsistensi performa di level yang lebih tinggi, seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Peran pemain seperti Maarten Paes akan sangat krusial, tidak hanya sebagai penggawa di lapangan, tetapi juga sebagai simbol keterbukaan sepak bola Indonesia terhadap talenta global. Apakah gelar ini menjadi titik balik menuju prestasi yang lebih besar?



