Persija Incar Puncak Klasemen, Shin Tae-yong Was-was Kondisi Pemain Usai Jeda Tiga Pekan
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta menyambangi markas PSIM Yogyakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
- Shin Tae-yong mengeluhkan persiapan taktik yang tidak maksimal karena lima pemainnya dipanggil ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
- Macan Kemayoran mengoleksi sembilan poin dari tiga kemenangan beruntun dan hanya terpaut satu angka dari pemuncak klasemen Dewa United.

Persija Jakarta menatap laga tandang kontra PSIM Yogyakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026) sore WIB, dengan modal tiga kemenangan beruntun. Namun, pelatih Shin Tae-yong menyimpan kekhawatiran tersendiri menjelang duel tersebut karena persiapan taktik timnya tidak berjalan ideal selama jeda kompetisi tiga pekan.
Jeda panjang yang disebabkan agenda FIFA Matchday membuat Shin tidak bisa menggelar latihan organisasi permainan secara utuh. Lima pemain Persija—Rizky Ridho, Jordi Amat, Rayhan Hannan, Shayne Pattynama, dan Nadeo Argawinata—dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Situasi itu membuat skuad Macan Kemayoran jarang tampil lengkap dalam sesi latihan taktik.
"Masalah dasarnya adalah karena pemain-pemain timnas kita dipanggil keluar, kami tidak bisa melakukan latihan taktik atau organisasi tim secara bersama-sama," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (9/10/2026).
Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan timnya tidak menganggur selama jeda. Program latihan tetap dijalankan, dan periode kosong dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik pemain. "Selama tiga minggu masa jeda tersebut kami beristirahat dengan baik dan menjalankan program latihan dengan baik," kata Shin.
Shin juga menyoroti aspek mental para pemain yang baru kembali dari Timnas. Ia meminta mereka segera melupakan euforia setelah Tim Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dan kembali fokus bersama Persija. Menurutnya, transisi dari atmosfer kemenangan internasional ke kompetisi klub sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pemain.
Kendati demikian, Shin belum bisa memastikan kondisi skuadnya sepenuhnya fit. Ia mengaku perlu melihat langsung kesiapan pemain saat pertandingan berlangsung. "Untuk pertandingan besok sulit untuk menilai apakah situasi para pemain saat ini sepenuhnya baik atau tidak," jelasnya.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta datang dengan tekanan berbeda. Laskar Mataram belum meraih kemenangan dalam tiga laga awal dan baru mengoleksi satu poin. Posisi ke-14 klasemen sementara menjadi alarm bagi tim asuhan pelatih mereka untuk segera bangkit, terutama saat menjamu tim sekelas Persija.
Secara statistik, Persija diunggulkan. Namun, jeda kompetisi kerap menjadi variabel yang sulit diprediksi. Tim yang sempat kehilangan pemain kunci untuk agenda internasional sering kali kesulitan menjaga momentum, terutama dalam hal koordinasi lini belakang dan transisi menyerang.
Bagi Persija, laga di Bantul ini bukan sekadar soal menjaga rekor sempurna. Kemenangan akan mengangkat mereka ke puncak klasemen, menyalip Dewa United yang hanya unggul satu angka. Sebaliknya, hasil buruk bisa menjadi sinyal bahwa jeda panjang telah mengikis ketajaman tim.
Pertanyaan besarnya: apakah Persija mampu membuktikan bahwa jeda tiga pekan tidak mengganggu organisasi permainan mereka, atau justru PSIM yang memanfaatkan momentum kandang untuk bangkit dari keterpurukan? Jawabannya akan terlihat di Stadion Sultan Agung, Sabtu sore.



