Jorge Martin Kesulitan di Mandalika, Akui Kecepatan Marc Marquez Lebih Baik
Baca dalam 60 detik
- Jorge Martin mengakhiri latihan bebas Jumat di Mandalika di posisi ketiga, tetapi mengeluhkan masalah suhu ban depan yang membuatnya kehilangan kepercayaan diri.
- Raul Fernandez mencatatkan rekor putaran tercepat, sementara Marco Bezzecchi konsisten lebih cepat dari Martin di kedua sesi.
- Martin mengakui bahwa kecepatan Marc Marquez, rival utamanya dalam perebutan gelar, justru lebih baik dan siap bersaing ketat.

Jorge Martin harus puas menempati posisi ketiga pada sesi latihan bebas MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Jumat (3/10/2025). Meski secara statistik terlihat kompetitif, pembalap Aprilia itu mengaku melalui sesi yang sulit akibat masalah suhu ban depan yang mengganggu konsistensinya.
Raul Fernandez tampil mengejutkan dengan mencatatkan rekor putaran tercepat menggunakan motor Aprilia satelit Trackhouse, sementara Martin tertinggal 0,481 detik dari sang pemimpin. Rekan setimnya, Marco Bezzecchi, juga tampil lebih cepat di kedua sesi, dengan selisih 0,26 detik. Kondisi ini menempatkan Martin dalam posisi tertekan menjelang sprint race Sabtu dan balapan utama Minggu.
โSaya mengalami masalah dengan ban depan. Ban menjadi dingin,โ ujar Martin. โSaya kehilangan cengkeraman di mana-mana, kepercayaan diri saya hilang. Saya tidak bisa masuk ke ritme dan membuat banyak kesalahan.โ
Meski demikian, Martin menegaskan bahwa kecepatannya sebenarnya ada, namun ia kesulitan merangkai putaran cepat secara konsisten. โSaat saya masuk ke mode time attack, semuanya kembali normal. Saya senang dengan itu. Tapi saya tidak punya alat ekstra untuk mendorong putaran yang hebat. Putaran saya bagus, tapi tidak luar biasa. Raul selangkah lebih maju.โ
Menariknya, Martin justru mengakui bahwa kecepatan Marquez, yang biasanya kesulitan di Mandalika, lebih baik darinya. โMarc tertinggal tujuh persepuluh dari pemimpin, tapi hanya dua persepuluh di belakang saya, jadi jaraknya tidak terlalu jauh,โ kata Martin. โSaya pikir Marc sama baiknya dengan saya, bahkan kecepatannya lebih baik. Saya tahu mereka akan menyelesaikan masalah dan tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya.โ
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Marquez, yang finis kelima, tetap menjadi ancaman serius. Martin juga menyoroti kekuatan Raul Fernandez dan Bezzecchi yang dianggapnya sebagai lawan berat. โMereka selalu menjadi lawan besar. Di sini, Raul tampak sangat kuat, tapi Marc juga kuat. Kami sangat dekat dalam hal time attack dan pace, jadi Anda harus melawan semuanya. Saya pikir Marc akan ada di sana, pasti.โ
Martin berharap Aprilia dapat menemukan solusi atas masalah ban depan dalam semalam, seperti yang mereka lakukan di Jepang pekan lalu. โSaya jauh dari posisi yang saya inginkan. Saya merasa kesulitan sepanjang latihan. Di pagi hari saya merasa sangat baik, putaran terakhir saya dengan ban bekas menjadi yang tercepat. Tapi di sesi sore ada yang berubah dan saya kesulitan dengan ban depan. Saya harap masalah ini teratasi besok. Jika saya bisa mendapatkan kembali kepercayaan diri, saya bisa bersaing untuk menang. Tapi saat ini kami masih agak jauh.โ
Dengan trek Mandalika yang menuntut stabilitas ban depan, masalah suhu menjadi perhatian utama. Suhu aspal yang panas dan karakter sirkuit yang memiliki banyak tikungan ke kanan dapat memengaruhi performa ban. Martin sendiri memiliki rekam jejak baik di Mandalika, setelah menang pada 2024 bersama Pramac Ducati dalam perjalanan meraih gelar. Namun, dengan tekanan dari para rival, ia dituntut untuk segera beradaptasi.
Persaingan gelar musim ini semakin ketat. Martin memimpin klasemen dengan keunggulan tipis dua poin atas Marquez, sementara Bezzecchi tertinggal 49 poin. Dua pembalap Trackhouse, Raul Fernandez dan Miguel Oliveira, secara matematis masih memiliki peluang, tetapi tidak realistis dalam perburuan gelar. Sprint race Sabtu akan menjadi ujian pertama bagi Martin untuk membuktikan bahwa ia mampu mengatasi masalah ban dan tetap kompetitif.
Jika Martin gagal menemukan solusi, bukan tidak mungkin Marquez akan memanfaatkan situasi untuk merebut posisi puncak klasemen. Sebaliknya, jika Martin berhasil, persaingan gelar akan semakin memanas hingga balapan akhir musim. Akankah Martin mampu bangkit dan mempertahankan keunggulannya, atau justru Marquez yang akan mengambil alih kendali? Jawabannya akan terlihat di lintasan Mandalika akhir pekan ini.



