Grimes Kunci Diri dari Narasi Elon Musk, Psy Opera Jadi Proyek Dua Babak
Baca dalam 60 detik
- Grimes memastikan album Psy Opera tidak memuat satu pun lagu yang membahas Elon Musk, mantan pasangannya.
- Proyek yang dirilis 2027 itu dibagi dua bagian: sisi pertama bertema AI dan teknologi, sisi kedua sepenuhnya personal.
- Ia mengaku sempat berhenti bermusik dan menjadikan proses menulis sebagai pengganti terapi untuk mengatasi fase nihilisme.

Grimes menutup pintu bagi Elon Musk dalam karya barunya. Penyanyi berusia 38 tahun itu memastikan album Psy Opera—rilis perdana setelah tujuh tahun vakum—tidak akan memuat satu pun lagu yang menyorot mantan pasangannya tersebut.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Dalam wawancara dengan podcast Swiftologist, ia mengaku sejak awal memang tidak ingin membawa dinamika pribadinya ke dalam ruang kreatif. "Saya benar-benar tidak ingin menulis... saya hanya tidak ingin semua ini tentang Elon," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataannya di podcast tersebut.
Psy Opera dijadwalkan hadir pada 2027 dan dirancang sebagai proyek dua bagian. Bagian pertama mengangkat tema kecerdasan buatan dan teknologi, sementara bagian kedua digadang-gadang sebagai materi yang "100 persen personal". Grimes justru menyesali ketidakseimbangan itu. Ia berharap sisi emosional mendapat porsi lebih besar di bagian pertama, dan unsur teknologis lebih dominan di bagian kedua. "Itu satu-satunya penyesalan saya tentang album ini," katanya.
Bagi Grimes, AI bukan sekadar alat produksi. Ia memandangnya sebagai cermin yang memantulkan apa yang manusia tunjukkan tentang diri sendiri. "AI itu seperti cermin, melihat ke dalam dari apa yang ditunjukkannya tentang kita," ujarnya. Pendekatan ini menempatkan Psy Opera bukan sebagai album teknologi biasa, melainkan refleksi filosofis tentang batas antara manusia dan mesin.
"Saya melalui berbagai tahap nihilisme dan dendam. Saya tidak akan memainkannya untuk publik, tapi saya bisa mengirimkan beberapa liriknya. Bagi kebanyakan orang, lebih baik dibicarakan dalam terapi, tapi bagi saya, saya harus membakarnya."
— Grimes, tentang proses kreatif Psy Opera
Di balik keputusan artistik itu, ada kisah pemulihan yang lebih dalam. Grimes mengaku sempat berhenti dari dunia musik beberapa tahun lalu. Tekanan publik, persoalan pribadi, dan peran sebagai ibu membuatnya berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Bahkan, ia menyebut tidak bisa mendengarkan musik tanpa merasa trauma. Minatnya menyempit pada menulis dan membaca, hingga akhirnya ia mulai menulis puisi.
Titik balik terjadi ketika seseorang memintanya menulis rap untuk seorang artis K-pop. Grimes menganggap hasilnya terlalu bagus untuk dilepas, dan memilih menyimpannya. Namun, proses itu memunculkan dilema identitas selama delapan bulan, di mana ia merasa terjebak sebagai "rapper kulit putih". Meski begitu, ia menyebut pengalaman itu sangat katarsis. Sebagian besar materi yang ia tulis justru dikeluarkan dari album karena dianggap terlalu agresif.
Grimes menggambarkan penulisan Psy Opera sebagai pengganti terapi. Ia mengaku tidak akan mempublikasikan lirik-lirik paling mentah, tetapi mengakui bahwa proses menulis membantunya melewati fase kelam. "Bagi saya, saya hanya harus membakarnya," ujarnya. Pendekatan ini menegaskan bahwa album tersebut bukan sekadar proyek komersial, melainkan ruang pengolahan emosi yang intens.
Dari sisi industri, keputusan Grimes untuk memisahkan narasi personal dan tema teknologi bisa dibaca sebagai strategi artistik sekaligus perlindungan privasi. Di tengah budaya pop yang kerap mengomersialkan drama personal, langkah ini terbilang tidak lazim. Namun, bagi Grimes, batas antara karya dan kehidupan pribadi tampaknya sengaja dijaga—terutama ketika nama Elon Musk selalu menarik perhatian publik.
Pertanyaannya kini: apakah pemisahan dua babak Psy Opera akan berhasil menjaga fokus pada eksplorasi AI, atau justru memicu rasa penasaran lebih besar terhadap sisi personal yang dijanjikan di bagian kedua? Dengan jadwal rilis 2027, publik masih punya waktu panjang untuk menebak arah album—dan seberapa dalam Grimes akan membuka dirinya.



