Russell Tercepat di FP1 Singapura, Verstappen Ancam dengan Ban Medium
Baca dalam 60 detik
- George Russell memuncaki sesi latihan bebas pertama GP Singapura dengan catatan 1 menit 32,274 detik, unggul dua persepuluh dari Charles Leclerc dan Lando Norris.
- Max Verstappen hanya berada di posisi keenam, tetapi torehan 1 menit 33,006 detik dengan ban medium menjadi sinyal kecepatan tersembunyi yang setara dengan pembalap terdepan.
- Suhu aspal 53 derajat Celsius membuat sesi siang ini tidak representatif untuk kualifikasi dan balapan malam, sehingga strategi ban menjadi teka-teki utama.

George Russell menutup sesi latihan bebas pertama Grand Prix Singapura sebagai yang tercepat, namun Max Verstappen menyimpan ancaman nyata. Pembalap Mercedes itu mencatatkan waktu 1 menit 32,274 detik dengan ban lunak, sementara juara dunia bertahan tersebut hanya berada di urutan keenam. Meski demikian, torehan Verstappen 1 menit 33,006 detik dengan ban medium terpaut setengah detik lebih cepat dari pembalap mana pun yang memakai kompon serupa.
Sesi ini menjadi satu-satunya kesempatan uji coba non-kompetitif di akhir pekan sprint Singapura. Suhu aspal mencapai 53 derajat Celsius, kondisi yang sama sekali berbeda dari kualifikasi dan balapan yang akan digelar malam nanti. Karena itu, hasil FP1 tidak bisa dibaca sebagai gambaran pasti kekuatan sebenarnya, melainkan lebih sebagai peta awal strategi ban.
Sejak lampu hijau menyala, seluruh pembalap langsung tumpah ke lintasan. Hampir semua tim memilih ban keras, kecuali duo Cadillac. Kimi Antonelli sempat memimpin dengan 1 menit 33,830 detik, diikuti Charles Leclerc dan Russell yang hanya terpaut 0,056 detik. Isack Hadjar melengkapi posisi empat meski mengeluhkan lantai mobil Red Bull-nya terlalu sering menyentuh aspal, terutama di zona pengereman.
Di pertengahan sesi, Nico Hulkenberg mendadak berhenti di lintasan lurus utama. Lewat radio, pembalap Audi itu melaporkan ada masalah serius pada gearbox. Mobilnya ditarik ke pit lane dan sesi sempat dinetralkan oleh virtual safety car. Insiden ini menjadi pukulan bagi Audi yang tengah berupaya menembus persaingan papan tengah.
"Sesuatu yang buruk terjadi pada gearbox," ujar Hulkenberg melalui radio tim, seperti dikutip Motorsport.com.
Memasuki 15 menit terakhir, tim-tim mulai beralih ke ban lunak. Russell langsung melesat jauh meninggalkan rivalnya. Pembalap yang masih memakai spesifikasi Mercedes lama itu unggul dua persepuluh detik atas Leclerc dan Norris, sementara Hamilton dan Piastri tertinggal setengah detik. Hanya lima pembalap yang mencoba kompon lunak, di luar para pembalap Cadillac yang tetap di dasar klasemen.
Di kelompok ban medium, Verstappen tampil dominan. Catatan waktunya setengah detik lebih cepat dari Antonelli, pemimpin klasemen pembalap, yang gagal menyelesaikan lap terbang terakhirnya setelah melintir ke area escapement Tikungan 16. Pierre Gasly memimpin papan tengah untuk Alpine dengan 1 menit 34,038 detik, diikuti Liam Lawson dan Oliver Bearman yang tertinggal tipis.
Menariknya, performa Aston Martin yang cukup kompetitif sepenuhnya ditopang Fernando Alonso. Rekan setimnya, Lance Stroll, bergulat dengan masalah rem dan tertinggal jauh. Sementara itu, Williams dan Audi saling berdekatan di urutan bawah, menandakan persaingan ketat di zona tersebut.
Dengan hanya satu sesi latihan bebas, tim-tim memiliki waktu terbatas untuk menyempurnakan setup sebelum kualifikasi malam nanti. Perbedaan suhu ekstrem antara sesi siang dan balapan malam menjadi variabel krusial yang bisa membalikkan prediksi. Apakah kecepatan tersembunyi Verstappen di ban medium akan menjadi senjata rahasia Red Bull, ataukah Mercedes benar-benar telah menemukan formulasi yang tepat untuk sirkuit jalanan Marina Bay?



