Anker Perluas Lini Perangkat Outdoor: Power Station 3 kWh hingga Earbuds Tidur
Baca dalam 60 detik
- Anker meluncurkan lima perangkat outdoor yang mencakup power station, power bank, kamera keamanan, cooler listrik, dan earbuds tidur.
- Perangkat ini menyasar pengguna yang membutuhkan daya besar dan kenyamanan di alam terbuka, dengan harga mulai dari 199,99 dolar AS.
- Langkah ini memperkuat posisi Anker di pasar aksesori premium sekaligus menghadirkan tantangan bagi pemain lokal di segmen serupa.

Anker memperkenalkan lima aksesori yang dirancang khusus untuk aktivitas luar ruang, mulai dari power station berkapasitas besar hingga earbuds yang dirancang untuk tidur. Langkah ini menegaskan ambisi perusahaan asal Tiongkok tersebut untuk tidak lagi sekadar dikenal sebagai pembuat charger ponsel, melainkan sebagai penyedia ekosistem perangkat pendukung mobilitas dan petualangan.
Produk paling menonjol adalah Solix F3000, power station portabel dengan kapasitas 3.072Wh. Perangkat ini menggunakan sel baterai LiFePO4 yang diklaim mampu bertahan lebih dari 4.000 siklus pengisian. Dengan output AC kontinu 3.600W yang dapat melonjak hingga 7.200W berkat teknologi SurgePad, perangkat ini sanggup menyalakan peralatan masak berukuran penuh atau mesin yang membutuhkan daya besar. Bobotnya memang berat, tetapi roda yang dapat menggelinding dan gagang seperti koper membuatnya lebih mudah dipindahkan di medan kasar.
Untuk pengguna yang lebih mobile, Anker menawarkan Prime Power Bank 26.000 mAh dengan daya 300W. Menurut klaim perusahaan, perangkat ini dapat mengisi setengah baterai MacBook Pro dalam 27 menit dan mengisi iPhone 17 Pro Max hingga 22 menit. Tiga port yang tersedia—dua USB-C 120W dan satu USB-A 20W—memungkinkan pengisian simultan untuk dua laptop dan satu ponsel. Power bank ini juga telah disetujui untuk dibawa dalam penerbangan dan dilengkapi aplikasi pemantauan siklus baterai serta suhu operasional.
Bagi pemilik rumah yang sering bepergian, Anker menawarkan eufyCam S4. Kamera ini menggabungkan lensa bullet 4K wide-angle dengan lensa Pan-Tilt-Zoom 2K 360 derajat dalam satu unit. Dilengkapi panel surya 5,5W yang dapat dilepas, kamera ini diklaim hanya membutuhkan satu jam sinar matahari langsung per hari untuk tetap beroperasi. Fitur AI-nya dapat melacak orang hingga jarak 50 meter, sementara penyimpanan internal 32GB dapat diperluas hingga 256GB atau terhubung ke HomeBase. Sistem ini juga dilengkapi sensor radar dan PIR ganda, lampu peringatan berwarna, serta sirene 105 dB untuk mencegah penyusup.
Untuk kebutuhan penyimpanan makanan dan minuman, Anker menghadirkan Solix EverFrost 2, cooler listrik yang menggunakan sistem kompresor untuk mencapai suhu di bawah nol. Perangkat ini dapat berfungsi sebagai kulkas sekaligus freezer, dan dilengkapi baterai yang dapat ditukar serta diisi ulang melalui panel surya, colokan AC, atau soket 12V mobil. Harga yang dibanderol antara 799,99 hingga 999,99 dolar AS membuatnya lebih mahal dari cooler biasa, tetapi kemampuannya menjaga makanan tetap kering dan dingin tanpa es menjadi nilai jual utama.
Terakhir, Soundcore Sleep A30 earbuds dirancang untuk tidur nyenyak di lingkungan bising. Bentuknya yang ramping cocok untuk pengguna yang tidur menyamping, dengan teknologi hybrid Active Noise Cancellation dan passive noise masking. Earbuds ini dapat menyimpan suara tidur secara lokal sehingga tidak memerlukan koneksi ponsel terus-menerus, dan dilengkapi pelacakan tidur melalui aplikasi Soundcore. Harganya 199,99 dolar AS.
"Kami memilih perangkat ini karena telah diuji oleh ratusan pelanggan dan cocok untuk berbagai lingkungan luar ruang, baik saat berkemah maupun mendaki," demikian pernyataan Anker dalam materi promosinya.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran perangkat seperti Solix F3000 dan EverFrost 2 berpotensi menarik minat para pelaku wisata alam dan petualang. Namun, harga yang tinggi dan distribusi resmi yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, produk seperti Soundcore Sleep A30 dan Prime Power Bank lebih mudah diadopsi oleh konsumen urban yang sering melakukan perjalanan jarak jauh atau bekerja dari lokasi terpencil.
Anker memang bukan satu-satunya pemain di segmen ini. Beberapa merek lokal dan global juga menawarkan power station dan cooler listrik dengan harga lebih kompetitif. Namun, kombinasi kapasitas besar, fitur canggih, dan ekosistem aplikasi yang terintegrasi menjadi pembeda yang sulit ditandingi dalam jangka pendek.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat Anker memperluas jangkauan distribusinya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan apakah harga premiumnya akan tetap relevan di tengah tekanan ekonomi global. Jika berhasil, lini perangkat outdoor ini bisa menjadi tulang punggung baru bagi pertumbuhan perusahaan di luar kategori charger dan power bank konvensional.



