Mees Hilgers Incar Panggilan Timnas Indonesia di November, Syaratnya Satu: Menit Bermain di Heerenveen
Baca dalam 60 detik
- Bek keturunan Belanda itu menyatakan siap kembali memperkuat Garuda asalkan kondisi fisiknya pulih total dari cedera ACL.
- Pelatih John Herdman disebut telah menerima laporan langsung soal situasi Hilgers di klub barunya, Heerenveen.
- Jendela FIFA November menjadi peluang terakhir Hilgers membuktikan diri sebelum kompetisi domestik memasuki fase padat.

Bek Mees Hilgers membuka peluang kembali ke skuad Timnas Indonesia pada jendela FIFA Matchday November mendatang, dengan satu prasyarat yang ia sebut sendiri: menit bermain reguler di Heerenveen. Pemain berusia 24 tahun itu menegaskan bahwa kondisi fisiknya kini berada di tahap akhir pemulihan setelah absen panjang akibat cedera ligamen anterior cruciatum (ACL) sejak November tahun lalu.
Dalam pernyataannya, Hilgers mengaku telah menjalin komunikasi intens dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memaparkan situasinya di klub. Ia menilai panggilan ke tim nasional hanya akan datang bila ia benar-benar fit dan dipercaya tampil di level klub. "Saya sudah berkonsultasi dengan pelatih soal kondisi saya. Kalau saya dapat cukup menit bermain dan benar-benar fit, saya pikir panggilan itu akan datang di November," ujarnya seperti dikutip dari wawancara terbaru.
Kepindahan Hilgers ke Heerenveen pada awal musim ini menjadi babak baru dalam kariernya. Sebelumnya, ia sempat terjebak dalam situasi sulit di Twente, baik dari sisi kebugaran maupun negosiasi kontrak. Langkah ke klub Friesland itu dinilai sebagai upaya strategis untuk mendapatkan kembali ritme pertandingan sebelum kembali ke level internasional.
Bagi Timnas Indonesia, kehadiran Hilgers di lini belakang menjadi opsi penting. Kemampuannya membaca permainan dan duel udara menjadi nilai tambah, terutama menghadapi lawan-lawan cepat di kualifikasi. Namun, keputusan Herdman tidak akan semata-mata didasarkan pada nama besar. Pelatih asal Inggris itu dikenal disiplin dalam menerapkan syarat kebugaran dan menit bermain sebagai indikator kesiapan pemain.
"Bila saya mendapat menit bermain yang cukup di sini, dan bila saya benar-benar sudah fit, saya pikir ketika saya bisa bermain, saya akan mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia di November." โ Mees Hilgers
Jendela FIFA November menjadi momen krusial. Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni dua pertandingan, dan komposisi skuad akan sangat menentukan arah persaingan di grup kualifikasi. Bagi Hilgers, ini bukan sekadar soal kembali memperkuat Garuda, tetapi juga membuktikan bahwa investasi naturalisasi yang dijalani sejak 2024 tidak sia-sia.
Dari kacamata klub, Heerenveen tentu tidak akan melepas pemainnya begitu saja tanpa kontribusi nyata. Manajemen dan staf pelatih Heerenveen berkepentingan menjaga aset mereka tetap prima, terlebih setelah investasi merekrut pemain yang baru pulih dari cedera panjang. Karena itu, menit bermain yang diharapkan Hilgers bukan hanya soal keinginan pribadi, melainkan hasil negosiasi antara kebutuhan tim nasional dan kepentingan klub.
Jika skenario terbaik terwujud, Hilgers bisa menjadi tambahan tenaga segar di lini belakang pada November. Sebaliknya, bila ia gagal menembus starting eleven Heerenveen, peluang itu bisa menguap. Publik sepak bola Indonesia kini menanti apakah komunikasi dengan Herdman akan berbuah manis, atau justru menjadi pengingat bahwa kesempatan di tim nasional selalu datang dengan syarat performa, bukan sekadar nama.



