Kartu Magic 2018 Melonjak 400%, Jace Kembali Bikin Pasar Sekunder Kalang Kabut
Baca dalam 60 detik
- Aminatou, the Fateshifter cetakan Double Masters 2022 menembus $29,38 per 8 Oktober, naik lebih dari 400% dalam sepekan.
- Sinergi dengan Jace, Multiverse Architect di dek Commander Reality Fracture memicu lonjakan permintaan.
- Kombinasi Felidar Guardian dan Impact Tremors membuka jalan combo tak terbatas yang mengancam meja permainan.

Harga kartu Magic: The Gathering kembali bergejolak. Aminatou, the Fateshifter—planeswalker Esper dari tahun 2018—mencatat kenaikan lebih dari 400% hanya dalam sepekan, tepat setelah set Commander Reality Fracture dan dek precon Multiverse Reforged menyentuh pasar pada 2 Oktober. Data EchoMTG menunjukkan cetakan Double Masters 2022 menembus $29,38 pada 8 Oktober, sementara versi The List dan Secret Lair masing-masing berada di $21,74 dan $47,01.
Lonjakan ini bukan tanpa sebab. Jace, Multiverse Architect, komandan empat warna di dek tersebut, memiliki kemampuan -3 yang mengeksil creature atau planeswalker milik sendiri, lalu membuka kartu dari library hingga menemukan creature atau planeswalker lain yang langsung masuk ke battlefield. Aminatou dengan kemampuan +1-nya mampu menaruh kartu dari tangan ke atas library, menghilangkan faktor keberuntungan dalam proses tersebut. Pemain cukup menempatkan Archon of Cruelty atau Darksteel Angel di atas library, mengaktifkan -3 Jace, dan ancaman besar muncul tiba-tiba.
Kemampuan -1 Aminatou juga tidak kalah penting. Ia dapat memblink Jace sendiri, mengembalikannya sebagai permanen baru dengan loyalty penuh, sehingga -3 bisa diaktifkan lagi pada giliran yang sama. Kombinasi ini menciptakan mesin nilai yang sulit dihentikan, terutama di format Commander yang mengutamakan konsistensi dan ledakan tiba-tiba.
Lebih dari sekadar pendukung Jace, Aminatou membuka combo mematikan bersama Felidar Guardian—makhluk Cat Beast yang pernah dilarang di Standard. Dengan mengaktifkan -1 Aminatou untuk memblink Felidar Guardian, kemampuan enters-the-battlefield-nya memblink Aminatou, yang kembali dengan loyalty segar dan siap mengaktifkan -1 lagi. Proses ini bisa diulang tanpa batas, menghasilkan trigger masuk tak terhingga. Untuk mengubahnya menjadi kemenangan, pemain dapat menambahkan Impact Tremors atau Purphoros, God of the Forge yang memberikan damage setiap kali Felidar Guardian kembali. Kedua enchantment merah itu biasanya sulit masuk ke dek tiga warna Aminatou, tetapi identitas empat warna Jace memberi ruang bagi keduanya.
Meski demikian, ada catatan deckbuilding. Felidar Guardian bukan target ideal untuk kemampuan -3 Jace karena statistiknya yang sederhana, sehingga berpotensi mengganggu strategi mengubah token menjadi ancaman besar. Pemain perlu mempertimbangkan apakah combo ini sepadan dengan slot yang tersedia.
Aminatou bukan satu-satunya kartu lama yang naik daun. Oath of Teferi, Nicol Bolas, Dragon-God, dan Onakke Oathkeeper juga mendapat perhatian baru seiring popularitas strategi Superfriends—dek Commander yang berfokus pada planeswalker. Kasmina, Enigma Sage sempat mendapat spekulasi sebelum rilis, tetapi performanya belum sesuai ekspektasi. Fenomena ini menunjukkan bagaimana rilis produk baru dapat mengubah lanskap ekonomi kartu sekunder secara instan.
Bagi pasar Indonesia, lonjakan ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Komunitas Magic di Jakarta, Surabaya, dan Bandung kerap mengandalkan pasar sekunder online, sehingga kenaikan harga global langsung terasa. Pemain yang sudah memiliki Aminatou sebelum lonjakan berpotensi meraup keuntungan, sementara pendatang baru harus merogoh kocek lebih dalam. Namun, harga kartu Magic di Indonesia juga dipengaruhi oleh biaya impor dan ketersediaan lokal, sehingga fluktuasi bisa lebih ekstrem.
Ke depan, apakah valuasi Aminatou yang mendekati $30 akan bertahan? Lonjakan yang dipicu Commander sering kali mereda setelah antusiasme awal, terutama untuk kartu dengan beberapa cetakan. Jika permintaan terhadap dek Multiverse Reforged tetap tinggi, harga bisa stabil. Sebaliknya, jika meta Commander bergeser atau cetakan ulang muncul, koreksi tajam mungkin terjadi. Yang jelas, Jace kembali membuktikan bahwa kehadirannya di Multiverse—dan pasar sekunder—selalu meninggalkan jejak.



