Farke di Ambang Sejarah, Leeds United Sudah Siapkan Pengganti Tak Terduga
Baca dalam 60 detik
- Daniel Farke membawa Leeds United ke posisi lima klasemen sementara dan belum terkalahkan, namun masa depannya tetap dipertanyakan.
- Pablo Hernandez, legenda klub yang kini melatih Castellon di divisi dua Spanyol, disebut-sebut sebagai calon pengganti jangka panjang.
- Manajemen Leeds menghadapi dilema antara mempertahankan stabilitas atau mengambil risiko demi lompatan kualitas seperti yang dilakukan Southampton dan Bournemouth.

Daniel Farke tengah mengukir catatan impresif bersama Leeds United. Klub berjuluk The Whites itu kini bercokol di peringkat kelima Liga Primer Inggris dan belum terkalahkan menjelang lawatan ke markas Arsenal, Sabtu mendatang. Pencapaian ini memicu spekulasi bahwa manajemen Leeds mulai mempertimbangkan sosok yang tepat untuk menggantikan Farke di masa depan, meski kontraknya masih berjalan.
Perjalanan Farke di Elland Road tidak selalu mulus. Pada musim pertamanya, ia gagal membawa Leeds promosi ke kasta tertinggi, sebuah cap buruk yang nyaris mengakhiri kariernya. Namun, kesabaran manajemen membuahkan hasil: Leeds bangkit pada musim 2024/25 dengan mengumpulkan 100 poin dan kembali ke Liga Primer. Musim lalu, mereka harus berjuang keras untuk bertahan, dan sempat terpuruk dengan kekalahan enam dari tujuh pertandingan antara awal Oktober hingga pertengahan November, kebobolan 16 gol dalam periode itu.
Perubahan formasi menjadi kunci kebangkitan. Farke beralih dari 4-3-3 klasik ke sistem 3-5-2 atau 3-1-4-2 yang membuat tim lebih kompak, terutama di lini belakang. Setelah rentetan hasil buruk tersebut, Leeds hanya kalah lima kali lagi di liga dan akhirnya bertahan dengan relatif nyaman. Musim ini, performa mereka konsisten dan menempatkan mereka sebagai salah satu tim yang disegani.
Meski performa Leeds sedang menanjak, pembicaraan mengenai suksesi pelatih bukan hal tabu. Klub-klub seperti Southampton dan Bournemouth pernah mengambil keputusan berani dengan mendatangkan pelatih muda tanpa pengalaman Liga Primer—Mauricio Pochettino dan Andoni Iraola—yang kemudian terbukti sukses. Leeds disebut-sebut dapat mengikuti jejak serupa, dan nama Pablo Hernandez muncul sebagai kandidat kuat.
"Hernandez adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah modern Leeds. Kini ia berkembang menjadi pelatih top," demikian laporan Marca yang mengulas gaya kepelatihannya.
Hernandez, yang menghabiskan lebih dari 170 pertandingan bersama Leeds dan tiga kali berturut-turut dinobatkan sebagai Pemain Terbaik versi rekan setim, kini menangani Castellon di divisi dua Spanyol. Di bawah asuhannya, Castellon tak terkalahkan dalam delapan laga pembuka dan berada di posisi kedua klasemen. Gaya bermainnya disebut 'ceria, langsung, dan menyerang', terinspirasi oleh Michael Laudrup dan Marcelo Bielsa—dua sosok yang membentuk filosofinya.
Jika Castellon promosi ke LaLiga, ujian sesungguhnya bagi Hernandez akan dimulai. Kesuksesannya di sana bisa mempercepat kepindahannya ke Elland Road. Leeds, yang memiliki ambisi menjadi penghuni tetap Liga Primer, mungkin tergoda untuk mendatangkan kembali legenda mereka. Namun, keputusan semacam itu tidak lepas dari risiko, mengingat Farke saat ini masih memberikan hasil positif.
Manajemen Leeds dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan stabilitas bersama Farke atau mengambil langkah berani demi lompatan kualitas. Sejarah menunjukkan bahwa kadang diperlukan keberanian untuk melepas pelatih yang sedang berprestasi demi meraih level lebih tinggi. Apakah Leeds akan mengikuti jejak Southampton dan Bournemouth, atau tetap setia pada Farke? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: nama Pablo Hernandez semakin sulit diabaikan.



