Pekan Ke-4 BRI Super League: Enam Tim Papan Atas Diuji, Persib Siap Jegal Dewa United
Baca dalam 60 detik
- Pekan keempat BRI Super League 2026/2027 mempertemukan enam tim papan atas, dengan tiga di antaranya harus bertandang.
- Persib Bandung berpeluang menumbangkan pemuncak klasemen Dewa United di Stadion GBLA, sementara Madura United dan Persija memburu kemenangan keempat.
- Jeda FIFA Matchday menjadi momen krusial bagi tim untuk merombak performa, seperti yang ditegaskan pelatih Gusnul Yakin.

Pekan keempat BRI Super League 2026/2027 menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim yang memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk membenahi skuat. Enam tim papan atas akan saling sikut mempertahankan posisi, namun tiga penghuni elite—Dewa United, Madura United, dan Persija—harus menjalani laga tandang yang berpotensi mengubah peta klasemen.
Dewa United yang masih memuncaki klasemen akan menghadapi ujian berat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Persib Bandung, meski baru saja bertarung di ASEAN Championship Cup melawan Port FC di Thailand, dinilai memiliki kedalaman tim yang cukup untuk menahan laju pasukan Igor Tolic. Laga ini menjadi sorotan karena Persib berpeluang memangkas jarak dari puncak jika mampu memaksimalkan status tuan rumah.
Di sisi lain, Madura United berambisi meraih kemenangan keempat secara beruntun saat bertandang ke markas Persik Kediri. Persija juga menyimpan misi serupa ketika menyambangi PSIM Yogyakarta. Kedua tim ini sedang dalam momentum positif dan bertekad menjaga konsistensi di papan atas.
Borneo FC datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menahan imbang juara ASEAN Championship Cup, Buriram United, tanpa gol. Meski harus bertandang ke markas Java United yang sedang terpuruk, Pesut Etam tidak terlalu khawatir karena skuatnya telah dibagi untuk menghadapi empat kompetisi sekaligus musim ini. Kedalaman tim menjadi kunci bagi Borneo untuk tetap kompetitif di tengah jadwal padat.
Persebaya Surabaya juga menyimpan potensi kemenangan saat mengunjungi Isenmulang FC. Namun, pelatih Bernardo Tavares dituntut segera mengasah lini depan yang tumpul dalam tiga pertandingan terakhir. Bajul Ijo baru mencetak sedikit gol, dan perbaikan finishing menjadi harga mati jika ingin membawa pulang tiga poin.
Sementara itu, Persita Tangerang berpeluang naik peringkat ketika menjamu Garudayaksa FC. Juara Championship 2025/2026 ini belum menemukan performa terbaiknya di kasta tertinggi, tetapi laga melawan tim peringkat bawah bisa menjadi momentum kebangkitan. Bali United juga diprediksi meraih hasil positif saat menghadapi Persijap Jepara yang dikenal memiliki suporter militan.
Duel menarik tersaji antara Arema FC dan Bhayangkara FC yang saat ini menempati peringkat ketujuh dan kedelapan. Kedua tim hanya terpaut tipis, sehingga hasil pertandingan ini akan menentukan siapa yang berhak naik ke papan atas. Tak kalah penting, PSS Sleman harus bangkit dari keterpurukan di dasar klasemen. Menjamu PSM Makassar, Super Elang Jawa memiliki peluang emas untuk memetik poin perdana dan keluar dari zona degradasi.
"Ketika kompetisi libur panjang, maka semua tim mulai dari awal lagi. Tim yang sedang on fire performanya bisa turun. Tim yang di awal musim stagnan bisa naik. Semua tergantung tim pelatih membuat program untuk mempertahankan performa para pemainnya," kata Gusnul Yakin, pelatih senior Indonesia.
Pernyataan Gusnul Yakin menegaskan bahwa jeda kompetisi bukan sekadar waktu istirahat, melainkan kesempatan bagi tim untuk merombak strategi dan fisik. Tim yang mampu menjaga momentum biasanya akan terus melaju, sementara yang lengah bisa tergelincir. Pekan keempat ini akan menjadi indikator awal siapa yang benar-benar siap bersaing di jalur juara.
Dengan persaingan yang semakin ketat, pertanyaan besarnya: akankah Dewa United tetap tak tersentuh, atau justru Persib dan tim-tim lain mulai menyalip? Jawabannya akan terlihat dalam 90 menit di lapangan.



